:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303445/original/054894700_1754104360-Gemini_Generated_Image_r15ogjr15ogjr15o.jpg)
Perusahaan investasi asal Jepang, Metaplanet Inc., telah mengumumkan target ambisius untuk mengumpulkan 210.000 Bitcoin (BTC) hingga akhir 2027, sebuah langkah yang menempatkannya dalam jalur menjadi salah satu investor institusional Bitcoin terbesar di dunia. Tujuan ini akan menjadikan Metaplanet sebagai salah satu pemegang korporat Bitcoin terbesar kedua di belakang Strategy Inc., perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, yang saat ini memimpin dengan lebih dari 671.000 BTC.
Metaplanet (TSE: 3350.T), yang awalnya bergerak di bidang manajemen hotel dan real estat, secara strategis telah beralih fokus menjadi perusahaan "Bitcoin Treasury Business" atau perusahaan perbendaharaan Bitcoin, menjadikannya perusahaan publik pertama di Jepang dengan model bisnis semacam ini. Pergeseran ini, yang dimulai pada April 2024, merupakan respons terhadap devaluasi yen Jepang dan kebutuhan akan aset cadangan yang tahan inflasi. Saat ini, Metaplanet memegang sekitar 30.823 BTC, menempatkannya sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar di Asia dan di antara sepuluh besar secara global. Akuisisi Bitcoin perusahaan ini telah dilakukan secara agresif, meningkat dari 246 BTC pada tahun 2024 menjadi 16.352 BTC pada Juli 2025, yang mencerminkan peningkatan 66 kali lipat.
Untuk mendanai akuisisi Bitcoin berskala besar ini, Metaplanet menerapkan strategi keuangan inovatif yang disetujui oleh dewan direksinya pada akhir 2025. Perusahaan meningkatkan jumlah penerbitan saham Kelas A dan Kelas B, termasuk saham preferen perpetual, untuk menarik modal. Saham-saham ini dirancang dengan fitur suku bunga mengambang dan pembayaran dividen triwulanan, bertujuan untuk memberikan pendapatan reguler kepada investor. Selain itu, Metaplanet berencana menerbitkan saham Kelas B kepada investor institusional internasional untuk memperluas basis modalnya. Pendekatan ini mencakup penggunaan waran bergerak (moving strike warrants) dan memanfaatkan Bitcoin sebagai jaminan untuk memperoleh dana yang akan digunakan untuk mengakuisisi bisnis penghasil uang.
Simon Gerovich, CEO Metaplanet, secara terbuka menyatakan visinya tentang "demam emas Bitcoin" saat ini dan kebutuhan untuk mengakumulasi Bitcoin sebanyak mungkin. Ia menekankan bahwa Metaplanet adalah bisnis yang aktif mengembangkan kepemilikan Bitcoin-nya, berbeda dengan Exchange Traded Funds (ETF) Bitcoin AS yang bersifat pasif. Gerovich menegaskan bahwa Metaplanet saat ini "arus kas positif, menghasilkan arus kas internal yang signifikan untuk mendukung inisiatif masa depan." Strategi perusahaan juga didukung oleh fokus pada maksimalisasi "Bitcoin yield," yang menjadi metrik kinerja utama.
Implikasi dari strategi agresif Metaplanet ini melampaui valuasi perusahaan itu sendiri. Upaya akumulasi Bitcoin berskala besar dapat memengaruhi pasar Bitcoin global dan mendorong adopsi institusional lebih lanjut di Jepang dan wilayah lain di Asia. Para analis pasar memprediksi potensi lonjakan signifikan pada harga saham Metaplanet jika perusahaan mencapai target Bitcoin-nya. Namun, pendekatan ini tidak tanpa risiko, termasuk tekanan likuiditas dan tantangan valuasi, terutama di tengah volatilitas pasar kripto yang dikenal sebagai "crypto winter," yang dapat menyebabkan perusahaan perbendaharaan aset digital diperdagangkan di bawah nilai aset kripto mereka. Meskipun demikian, Metaplanet menegaskan komitmennya untuk mempertahankan target BTC-nya, menunjukkan ketahanan strategis melalui pembelian kembali dinamis dan restrukturisasi modal. Perusahaan ini bertaruh pada apresiasi nilai Bitcoin dan kemampuannya untuk berfungsi sebagai aset keuangan produktif. Dengan reformasi pajak Jepang dan klasifikasi aset kripto yang mendukung, model Metaplanet dapat menarik generasi baru investor institusional.