Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menperin Tegaskan Industri Lokal Siap Jadi Pemasok Kebutuhan Haji-Umrah

2025-12-16 | 17:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-16T10:25:45Z
Ruang Iklan

Menperin Tegaskan Industri Lokal Siap Jadi Pemasok Kebutuhan Haji-Umrah

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kesiapan industri dalam negeri untuk memasok berbagai kebutuhan jemaah haji dan umrah. Agus menilai industri nasional telah memiliki kapasitas produksi, mutu, serta sertifikasi yang memadai untuk terlibat dalam rantai pasok layanan haji dan umrah. Pernyataan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk pada agenda Business Matching Produk Dalam Negeri 2025 dan melalui keterangan tertulis pada 16 Desember 2025.

Agus Gumiwang menekankan bahwa ekosistem haji dan umrah memiliki nilai ekonomi yang signifikan setiap tahunnya, mengingat jumlah jemaah yang sangat besar. Menurutnya, jika kebutuhan tersebut dipasok oleh produk dalam negeri, manfaatnya akan kembali ke perekonomian nasional, memperkuat industri, serta membuka dan menjaga lapangan kerja.

Berbagai kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah yang dapat dipenuhi oleh industri nasional meliputi makanan dan minuman halal, obat-obatan dan alat kesehatan, perlengkapan ibadah, busana muslim dan modest fashion, koper dan tas perjalanan, perlengkapan hotel, hingga produk konsumsi jemaah lainnya.

Secara spesifik, Menteri Perindustrian juga mendorong produsen karoseri lokal untuk memproduksi bus guna memenuhi kebutuhan transportasi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. Agus menyatakan bahwa Arab Saudi diketahui masih mengimpor bus untuk melayani jemaah dari seluruh dunia, sehingga ini menjadi peluang besar bagi industri karoseri Indonesia yang dinilai memiliki kualitas baik.

Pemanfaatan produk dalam negeri oleh penyelenggara dan jemaah haji serta umrah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi ibadah. Agus Gumiwang menyebutkan bahwa jemaah dapat memperoleh dua pahala: pahala pertama dari ibadah haji atau umrah itu sendiri, dan pahala kedua karena turut melindungi industri dalam negeri, yang berarti juga melindungi pekerja Indonesia.

Penguatan penggunaan produk dalam negeri ini juga ditopang oleh kinerja positif industri manufaktur nasional yang menjadi penggerak utama perekonomian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa industri pengolahan nonmigas pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,58 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 17,39 persen. Selain itu, kinerja industri manufaktur Indonesia mendapat pengakuan global. Data World Bank dan United Nations Statistics mencatat nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada tahun 2024 mencapai 265,07 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia, ke-5 di Asia, dan peringkat pertama di ASEAN. Studi juga menunjukkan bahwa setiap belanja Rp 1 untuk produk dalam negeri mampu memberikan dampak ekonomi hingga Rp 2,2. Hingga saat ini, sebanyak 89.872 produk dari lebih 15.900 perusahaan telah memperoleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).