:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
Terjadi lonjakan signifikan di pasar kripto pada hari Kamis, 4 Desember 2025, dengan Bitcoin dan Ethereum memimpin kenaikan. Bitcoin (BTC) berhasil menembus angka US$ 93.000, sementara Ethereum (ETH) melonjak ke kisaran Rp 53 juta.
Menurut data terbaru, harga Bitcoin naik 1,62% dalam 24 jam terakhir, mencapai sekitar US$ 93.735 atau setara dengan Rp 1.564.769.363. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di sekitar Rp 31.106 triliun. Meskipun sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.568.177.539, BTC juga mengalami tekanan di bawah garis resistensi US$ 95.000. Kenaikan harga Bitcoin ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk berlanjutnya minat institusional terhadap ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat, di mana Bank of America bahkan merekomendasikan alokasi 4% portofolio ke aset digital. Selain itu, keputusan Vanguard untuk membuka akses perdagangan ETF Bitcoin di platformnya juga turut memperkuat kepercayaan pasar. Ekspektasi pemotongan suku bunga oleh The Fed pada akhir Desember juga menambah optimisme terhadap prospek kenaikan harga Bitcoin.
Di sisi lain, Ethereum (ETH) menunjukkan performa yang lebih agresif, melonjak 6,56% dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum tercatat sekitar US$ 3.221 atau setara dengan Rp 53.783.200. Kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai sekitar Rp 6.455 triliun. Lonjakan harga ETH ini seiring dengan rilisnya "Fusaka upgrade" yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas transaksi, skalabilitas, dan mengurangi biaya dalam jaringan Ethereum. Upgrade Fusaka dianggap sebagai pembaruan fundamental yang mengubah cara Ethereum menangani data dan memungkinkan verifikasi lebih cepat serta biaya operasi node yang lebih rendah. Analis memprediksi bahwa upgrade ini dapat mendorong Ethereum menuju target harga yang lebih tinggi, bahkan mencapai US$ 4.500 dalam 35 hari setelah upgrade, dan beberapa proyeksi menargetkan US$ 7.000 hingga US$ 9.000 pada awal tahun 2026.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global pada Kamis (4/12/2025) naik 2,47% dalam 24 jam terakhir, mencapai level US$ 3,17 triliun atau setara Rp 52.685,4 triliun. Optimisme pasar juga didukung oleh perbaikan likuiditas dan meredanya tekanan jual setelah koreksi pekan sebelumnya, serta sinyal dari U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang akan memperkenalkan "innovation exemption" baru pada Januari 2026 untuk mendukung pengembangan kripto dan blockchain. Meskipun demikian, beberapa analis memperingatkan bahwa lonjakan harga ini bisa menjadi "fake breakout" jika tidak didukung oleh volume yang konsisten, dan investor disarankan untuk tetap berhati-hati.