Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Industri Pariwisata Menjelajah Kripto: Membentuk Era Baru Perjalanan

2025-12-05 | 23:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T16:33:32Z
Ruang Iklan

Industri Pariwisata Menjelajah Kripto: Membentuk Era Baru Perjalanan

Industri perjalanan wisata global semakin serius mempertimbangkan dan mengadopsi mata uang kripto sebagai metode pembayaran dan bagian dari ekosistem digital mereka. Tren "crypto tourism" ini, yang populer sejak 2017, menunjukkan bagaimana inovasi di dunia kripto memengaruhi preferensi perjalanan wisatawan di berbagai negara. Banyak pelaku industri, mulai dari maskapai penerbangan hingga platform pemesanan hotel, mulai belajar dan mengintegrasikan aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin.

Minat industri perjalanan terhadap kripto didorong oleh beberapa faktor utama. Kripto memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih cepat dan aman, mengurangi biaya transaksi internasional, serta menghilangkan ketergantungan pada konversi mata uang dan biaya bank yang mahal. Selain itu, adopsi kripto juga membuka peluang untuk menjangkau segmen pelanggan baru yang lebih muda dan melek teknologi yang cenderung lebih menyukai mata uang digital. Teknologi blockchain yang mendasari kripto juga berpotensi merevolusi program loyalitas, tiket, manajemen identitas wisatawan, dan manajemen inventaris, menawarkan transparansi dan keamanan yang lebih besar.

Beberapa pemain besar telah mengambil langkah konkret. Maskapai penerbangan Emirates, misalnya, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Crypto.com untuk mengintegrasikan pembayaran mata uang kripto ke dalam sistem pembelian tiket pesawatnya, dengan peluncuran penuh dijadwalkan pada kuartal keempat tahun 2025 atau berlaku mulai tahun 2026. Emirates berencana menerima Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Cronos (CRO) sebagai bagian dari strategi untuk memenuhi preferensi pelanggan yang berkembang dan mendukung visi Dubai sebagai pusat inovasi aset digital. Maskapai lain seperti AirBaltic dan LOT Polish Airlines juga telah menerima kripto.

Di sektor akomodasi, jaringan hotel seperti The Pavilions Hotels & Resort telah mengizinkan tamu untuk membayar dengan Bitcoin, Ethereum, dan lebih dari 40 mata uang virtual lainnya di properti mereka di seluruh dunia. Jaringan hotel mewah The Kessler Collection dan beberapa hotel bintang lima di Pegunungan Alpen Swiss juga menerima pembayaran kripto. Platform pemesanan hotel asal Inggris, Wirex Travel, yang diluncurkan pada Maret 2025, memungkinkan pembayaran menggunakan kripto dan mata uang tradisional, serta menawarkan diskon.

Platform pemesanan perjalanan online juga tidak ketinggalan. Travala.com, platform pemesanan berbasis blockchain, telah menjadi pelopor dalam revolusi perjalanan kripto sejak didirikan pada tahun 2017, mendukung lebih dari 90 mata uang kripto untuk pemesanan penerbangan, hotel, dan aktivitas. Travala.com juga berkolaborasi dengan Skyscanner, memungkinkan pengguna untuk memesan lebih dari 2,2 juta hotel menggunakan kripto. Platform lain seperti Gate Travel juga telah resmi diluncurkan, menawarkan layanan pemesanan hotel dan penerbangan di lebih dari 190 negara dengan dukungan lebih dari 50 cryptocurrency.

Meskipun potensi kripto dalam industri perjalanan sangat besar, tantangan tetap ada. Volatilitas mata uang kripto adalah salah satu perhatian utama, meskipun banyak penyedia layanan yang menerima pembayaran kripto langsung mengonversinya ke mata uang fiat untuk mengurangi risiko ini. Regulasi yang belum seragam di seluruh dunia juga menjadi kendala. Namun, di beberapa wilayah seperti Dubai dan Singapura, kerangka regulasi yang progresif telah mendorong adopsi kripto. Selain itu, biaya peningkatan infrastruktur dan kebutuhan edukasi serta pelatihan juga menjadi tantangan.

Di Indonesia, minat terhadap aset digital juga terus meningkat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025 mencatat nilai transaksi kripto bulanan naik 27,64% atau mencapai Rp 49,28 triliun, dengan jumlah investor mencapai 18,61 juta orang per September 2025. Hal ini menunjukkan potensi besar integrasi kripto dalam berbagai sektor, termasuk perjalanan. Aplikasi kripto PINTU, melalui program "Pintu Goes to Office," telah mengunjungi tiket.com sebagai upaya untuk memperluas edukasi dan literasi kripto kepada pelaku industri perjalanan, menggarisbawahi sifat universal kripto yang dapat merambah berbagai industri. Fenomena "crypto tourism" diharapkan menjadi bagian integral dari industri perjalanan global di masa depan, seiring dengan adaptasi wisatawan terhadap teknologi baru dan kebutuhan akan transaksi yang lebih fleksibel dan modern.