:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617314/original/014838100_1635506270-29_oktober_2021-4-ok.jpeg)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan pengelola jaringan minimarket Alfamart, mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 650 juta lembar saham. Untuk aksi korporasi ini, perseroan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 1,5 triliun.
Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menyatakan bahwa pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap atau penuh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk satu perusahaan efek. Periode buyback dijadwalkan berlangsung dari tanggal 8 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026.
Tomin menjelaskan bahwa dana untuk buyback ini berasal dari kas internal perseroan. Perkiraan biaya tersebut sudah termasuk biaya pembelian saham, komisi pedagang perantara, serta biaya lain yang terkait dengan pembelian kembali saham.
Manajemen Alfamart optimistis bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional maupun pendapatan perseroan. Hal ini karena perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai aksi korporasi ini sekaligus membiayai kegiatan usaha perusahaan.
Jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh AMRT tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, perseroan juga memastikan bahwa jumlah saham free float setelah buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan POJK No. 29/2023.
Tujuan dari buyback saham ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga saham perusahaan di tengah kondisi pasar yang bergejolak dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental perusahaan. Manajemen juga melihat program buyback ini sebagai fleksibilitas jangka panjang, di mana saham tresuri yang diperoleh dapat dijual kembali di masa depan jika perusahaan membutuhkan modal tambahan.