Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

IHSG Ambles 53 Poin, Tertekan Bayang-bayang Global dan Profit Taking

2025-12-09 | 23:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-09T16:08:07Z
Ruang Iklan

IHSG Ambles 53 Poin, Tertekan Bayang-bayang Global dan Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terseret ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Desember 2025. IHSG ditutup melemah 53,51 poin atau 0,61 persen ke level 8.657,18. Tekanan serupa juga menimpa indeks LQ45 yang turun 0,82 persen ke posisi 848,06.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, pelemahan IHSG ini tidak lepas dari kombinasi aksi ambil untung atau profit taking setelah indeks sempat menyentuh rekor tertinggi baru, serta sentimen negatif dari indeks bursa kawasan Asia.

Dari sisi global, pasar tengah menanti keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang akan menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9–10 Desember 2025. Berdasarkan data FedWatch CME, peluang The Fed untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin mencapai 89 persen. Bursa saham di kawasan Asia sendiri cenderung melemah pada perdagangan hari itu, seiring dengan bursa Wall Street yang sebelumnya finis di zona negatif.

Di tengah tekanan tersebut, aktivitas perdagangan di BEI tercatat cukup tinggi dengan 3,11 juta transaksi, melibatkan 54,21 miliar lembar saham senilai Rp26,17 triliun. Sebanyak 250 saham menguat, 432 melemah, dan 119 stagnan. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp359,1 miliar, dengan pembelian saham Rp3 triliun dan penjualan Rp3,4 triliun sepanjang sesi perdagangan hari itu.

Secara sektoral, delapan sektor mengalami pelemahan, dengan sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 1,43 persen, diikuti oleh sektor properti yang terkoreksi 0,95 persen, serta sektor barang konsumen non primer yang turun 0,94 persen. Sebaliknya, tiga sektor berhasil menguat, yaitu sektor infrastruktur yang naik 1,48 persen, diikuti oleh sektor teknologi 1,03 persen, dan sektor kesehatan 0,39 persen. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat utama IHSG, anjlok 2,41 persen ke level Rp8.100 dan menyeret IHSG hingga -18,91 indeks poin.

Di sisi domestik, sentimen positif datang dari peningkatan optimisme konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2025 tercatat naik ke level 124, berbanding 121,2 pada bulan sebelumnya, menjadi yang tertinggi sejak Februari 2025, ditopang oleh kenaikan seluruh subindeks utama. Pelaku pasar juga akan menantikan rilis data penjualan ritel bulan Oktober 2025. Meskipun dibuka menguat, IHSG segera berbalik ke zona negatif dan bertahan di sana hingga penutupan perdagangan.