Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Hashim Djojohadikusumo Masuk Dunia Kripto: Perusahaannya Kini Investor Indokripto COIN

2025-12-10 | 17:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-10T10:27:17Z
Ruang Iklan

Hashim Djojohadikusumo Masuk Dunia Kripto: Perusahaannya Kini Investor Indokripto COIN

Arsari Group, perusahaan investasi multisektor terkemuka yang dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo, telah resmi menjadi salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melalui entitas investasinya, PT Arsari Nusa Investama. Akuisisi saham ini menandai masuknya konglomerasi besar ke dalam industri aset digital Indonesia, yang dipandang sebagai bentuk kepercayaan institusional yang kuat terhadap masa depan sektor tersebut.

Langkah strategis ini juga selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi digital nasional, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem aset digital yang aman, teregulasi, dan berdaya saing global. Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa investasi ini merupakan dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia. Ia menilai COIN memiliki fondasi yang kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional, termasuk aset kripto, dengan mengedepankan tata kelola yang baik.

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) sendiri merupakan perusahaan induk yang bergerak dalam aktivitas bursa berjangka dan aset kripto. Anak perusahaan COIN mencakup PT Central Finansial X (CFX) yang merupakan bursa aset kripto pertama di Indonesia yang diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang menyediakan layanan kustodian aset kripto dengan keamanan tinggi. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2021 atau 2022 dan telah melantai di bursa sekitar Juli 2025.

Industri aset digital di Indonesia menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat, didukung oleh regulasi yang semakin matang dan pengawasan penuh OJK sejak tahun 2025. Data OJK hingga Oktober 2025 mencatat lebih dari 18 juta konsumen aset digital di Indonesia, dengan total nilai transaksi menembus Rp409,56 triliun. Laporan 2025 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia, mempertegas posisi strategisnya sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Kehadiran Arsari Group diharapkan dapat memperkuat tata kelola COIN dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri aset digital secara keseluruhan.