:strip_icc()/kly-media-production/medias/5439579/original/009593800_1765361629-DSC05320.jpg)
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar sekitar Rp 350 miliar pada tahun 2026. Angka ini menandai penurunan sekitar 50% dibandingkan tingkat Capex perseroan dalam dua tahun terakhir.
Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Sigit Purwanto, dalam Public Expose pada Rabu (10/12/2025), menjelaskan bahwa Capex tersebut akan dialokasikan untuk investasi reguler. Investasi ini mencakup pengadaan fasilitas pemasaran seperti tangki, isotank, potol, penambahan fasilitas filling station di lokasi yang sudah ada, serta kebutuhan perawatan rutin.
Dari sisi pendanaan, perseroan berencana memanfaatkan kas internal dan fasilitas pinjaman sindikasi yang telah dimiliki. Sigit menegaskan bahwa perusahaan belum memiliki rencana untuk mengambil fasilitas pinjaman baru atau menerbitkan surat utang baru. Hal ini juga sejalan dengan keputusan perseroan yang belum lama ini menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2023, yang sebelumnya menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 750 miliar.
Meski demikian, AGII tetap optimistis terhadap target pertumbuhan kinerja. Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sekitar 2 hingga 2,5 kali lipat dari laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2026. Strategi untuk mencapai target ini meliputi akuisisi pelanggan baru, pengembangan aplikasi produk terbaru, serta penambahan varian produk di filling station yang sudah ada sebagai bagian dari pertumbuhan organik. Selain itu, perseroan juga membuka peluang ekspansi anorganik melalui kolaborasi strategis dan diversifikasi bisnis gas industri di berbagai sektor.
Samator Indo Gas dikenal sebagai pemimpin pasar gas industri di Indonesia dengan pangsa pasar 40% berdasarkan data Gas World 2024, dan mendominasi pangsa pasar gas medis dengan sekitar 75% hingga 80%. Perseroan saat ini mengoperasikan 58 pabrik dan 103 filling station yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia. Pada akhir tahun 2025, AGII berencana melaksanakan commissioning dua pabrik baru di Batam, Kepulauan Riau. Namun, untuk tahun 2026, AGII tidak berencana menambah pabrik gas industri baru dan akan memaksimalkan kapasitas pabrik yang sudah ada untuk melayani pelanggan.
Selain strategi ekspansi, AGII juga berfokus pada efisiensi biaya. Perseroan berupaya mengoptimalkan biaya operasional dengan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, menekan pengeluaran non-kritis, dan menyederhanakan proses bisnis melalui sentralisasi dan otomatisasi sistem operasional untuk meningkatkan profitabilitas.
Hingga semester I-2025, AGII mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 2,1% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,42 triliun. Namun, laba bersih perseroan terkoreksi 65% menjadi Rp 24,21 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya penjualan, distribusi, sewa, dan amortisasi sistem.