:strip_icc()/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
Di tengah sentimen pasar yang bergejolak, perdebatan mengenai apakah Bitcoin (BTC) benar-benar memasuki fase bearish semakin memanas. Meskipun beberapa indikator dan analis mengisyaratkan potensi penurunan, firma analisis on-chain terkemuka, Glassnode, justru mengungkapkan sinyal-sinyal kuat yang menunjukkan bahwa pasar bull Bitcoin masih jauh dari kata usai.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin telah mengalami koreksi harga yang tajam, memicu kekhawatiran tentang "musim dingin crypto" baru. Analis seperti Crypto₿irb dan Markus Thielen dari 10x Research berpendapat bahwa Bitcoin telah memasuki pasar bear dari perspektif teknikal, menyoroti volatilitas tinggi, volume perdagangan yang melonjak, ayunan harga di atas rata-rata, dan waktu yang lebih lama di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Pada akhir November 2025, Glassnode sendiri mencatat bahwa Bitcoin "terjebak dalam kisaran sempit antara $81.000 dan $89.000," yang memiliki kemiripan dengan pergeseran ke fase bearish pasca-puncak di tahun 2022. Rasio profit output yang dihabiskan (SOPR) oleh pemegang jangka pendek bahkan turun menjadi 0,07x, menunjukkan dominasi posisi rugi di pasar, yang berpotensi menekan harga di bawah $81.000 akibat likuiditas yang melemah. Lebih lanjut, analis Ali Martinez, mengutip data Distribusi Harga Terealisasi UTXO (URPD) Glassnode, memperingatkan pada 2 Desember 2025, tentang "dukungan on-chain yang langka antara $83.300 dan $66.900," mengantisipasi potensi penurunan tajam menuju $70.000 jika level $83.300 tidak bertahan. Minat terbuka berjangka (futures open interest) juga sempat menurun menjadi $28 miliar, menandakan berkurangnya leverage setelah likuidasi senilai $2,1 miliar selama "kecelakaan 1011" pada 11 November.
Namun, Glassnode, bersama dengan Fasanara Digital, bersikeras bahwa terlalu dini untuk menyatakan "musim dingin crypto" untuk Bitcoin. Dalam laporan terbaru mereka pada 3 Desember 2025, mereka berargumen bahwa penurunan serupa terjadi pada tahun 2017, 2020, dan 2023 selama periode pengurangan leverage atau pengetatan makro, sebelum akhirnya harga kembali naik. Mereka menunjuk pada pola pengurangan leverage pada Oktober 2025 yang sesuai dengan tren historis ini.
Glassnode mengemukakan beberapa sinyal bullish yang menonjol:
* Arus Modal Masuk yang Signifikan: Sejak titik terendah siklus 2022, Bitcoin telah menarik lebih dari $732 miliar modal baru, melampaui total semua siklus sebelumnya.
* Adopsi ETF Bitcoin Spot: ETF Bitcoin spot saat ini memegang 1,36 juta BTC, yang merupakan 6,9% dari pasokan yang beredar, dan terus menunjukkan permintaan yang berkelanjutan. Selain itu, Vanguard kini telah membuka platform $11 triliun miliknya untuk klien yang ingin memperdagangkan ETF crypto, termasuk produk-produk yang berfokus pada Bitcoin, menandakan adopsi institusional yang lebih dalam.
* Perilaku Harga Berbeda dari Musim Dingin Sebelumnya: Bitcoin diperdagangkan lebih dekat ke puncaknya di tahun 2025 sebesar $126.000 dibandingkan titik terendah siklusnya di $76.000, berbeda dengan musim dingin crypto sebelumnya di mana BTC anjlok mendekati dasar kisarannya.
* Tidak Adanya Sinyal Bear Market Fundamental: Volatilitas terealisasi satu tahun telah turun dari 84% menjadi 43%, berlawanan dengan peningkatan volatilitas yang terlihat pada awal musim dingin sebelumnya.
* Sinyal Momentum Utama: Pada 6 Oktober 2025, salah satu pendiri Glassnode, Jan Happel dan Yann Alleman (yang dikenal sebagai Negentropic), mengklaim bahwa Bitcoin "menunjukkan sinyal momentum utama" yang terakhir terlihat pada Oktober 2024, sebelum BTC menembus $100.000 untuk pertama kalinya. Mereka bahkan memperingatkan bahwa mereka yang mengambil posisi short Bitcoin saat ini kemungkinan akan menanggung kerugian. Mereka juga memprediksi puncak pasar bull untuk Bitcoin akan terlihat dalam 4-5 minggu, dan altcoin dalam 6-8 minggu, terhitung sejak Oktober 2025.
* Posisi Bullish yang Berkelanjutan: Tingkat pendanaan di seluruh BTC, ETH, dan SOL menunjukkan posisi bullish yang berkelanjutan, dengan investor membayar premi untuk mempertahankan posisi long leverage.
* Akumulasi Paus dan HODLing: Kapitalisasi terealisasi sebesar $520 miliar mengindikasikan aktivitas HODLing yang kuat, dengan 74% pasokan tidak bergerak selama 12 bulan, naik dari 70% pada Oktober.
* Likuidasi Posisi Short Potensial: Glassnode juga melaporkan bahwa jika Bitcoin menembus level $93.000, hal itu dapat memicu likuidasi besar-besaran pada posisi short, mendorong harga lebih tinggi.
Saat ini, sentimen pasar tampaknya condong ke arah bullish. Harga Bitcoin pada 4 Desember 2025, berada di sekitar $93.170,00, dengan kenaikan +6,15% dalam 24 jam terakhir. Meskipun sempat jatuh di bawah $90.000 untuk pertama kalinya sejak April, Bitcoin telah pulih dengan kuat, menunjukkan momentum bullish yang diperbarui. Investor merasa bullish terhadap Bitcoin hari ini, dengan 68% menyatakan keyakinan. Komunitas secara keseluruhan juga dinilai "bullish" terhadap mata uang digital tersebut.
Meskipun volatilitas tetap menjadi ciri khas pasar Bitcoin, analisis Glassnode menyajikan narasi yang kontras dengan klaim pasar bear, menunjukkan bahwa koreksi saat ini mungkin lebih merupakan konsolidasi di tengah siklus daripada awal musim dingin yang berkepanjangan.