Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Incar Saham BRPT, ESSA, INCO, TLKM, SMDR: Pilihan Investasi 4 Desember 2025

2025-12-04 | 07:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T00:13:31Z
Ruang Iklan

Incar Saham BRPT, ESSA, INCO, TLKM, SMDR: Pilihan Investasi 4 Desember 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025, diperkirakan berpotensi mengalami pelemahan terbatas sebelum berpeluang menguat kembali. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG akan menguji level 8.567-8.586 dan berpeluang menguat ke 8.709. Namun, investor tetap perlu mewaspadai koreksi hingga menguji 8.397-8.504. Level support IHSG hari ini berada di 8.553 dan 8.491, sementara level resistance di 8.660 dan 8.709. Senada, riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyebutkan potensi penguatan terbatas IHSG dengan level support 8.440 dan resistance 8.625.

Dalam menghadapi pergerakan pasar tersebut, beberapa saham menjadi perhatian analis untuk rekomendasi hari ini. PT MNC Sekuritas merekomendasikan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) sebagai salah satu saham rekomendasinya.

Untuk saham BRPT, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Spec Buy di rentang harga 3.400-3.480, dengan target harga 3.640 dan 3.950. Batas rugi (stop loss) ditetapkan di bawah 3.350. Saham BRPT terkoreksi 0,29% ke level 3.490 pada perdagangan Rabu, 3 Desember 2025, disertai tekanan jual. Secara teknikal, selama mampu bertahan di atas 3.350, posisi BRPT dianggap berada di awal wave C dari wave (B). Namun, analisis teknikal lain per 3 Desember 2025 menunjukkan sinyal "Sangat Jual" berdasarkan rata-rata bergerak dan indikator teknikal, dengan MACD negatif yang mengindikasikan tekanan jual dominan.

Selanjutnya, saham ESSA direkomendasikan MNC Sekuritas dengan target harga antara Rp660-Rp700 per saham. Secara fundamental, rasio utang terhadap modal (DER) ESSA kurang dari 1, yakni 0,77 kali. Perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia dan energi ini mencatat EBITDA sebesar Rp1,70 triliun dengan margin EBITDA 42,70%. Analisis teknikal per 2 Desember 2025 menunjukkan sinyal "Jual" pada beberapa indikator seperti RSI dan MACD, meskipun StochRSI menunjukkan sinyal "Beli".

Untuk INCO, MNC Sekuritas merekomendasikan saham ini dengan target harga antara Rp4.160-Rp4.290 per saham. BRI Danareksa Sekuritas pada September 2025 sebelumnya memberikan rekomendasi beli untuk INCO dengan target harga Rp4.700 per saham, didukung fundamental kuat dan prospek positif industri nikel global. Volume produksi INCO tercatat naik pada kuartal II 2025, dan secara kumulatif semester I 2025 juga meningkat. Namun, perlu dicatat bahwa terjadi aksi jual signifikan oleh investor asing pada periode 24-26 November 2025, meskipun saham INCO sempat dibuka menguat pada 27 November 2025.

Saham TLKM juga masuk dalam daftar rekomendasi MNC Sekuritas. Investing.com per Desember 2025 memberikan target harga 3.802 dengan potensi kenaikan 6,20%. Analis MNC Sekuritas, Christian Sitorus, menyoroti program value unlocking Telkom, termasuk spin-off aset jaringan serat optik senilai Rp35,8 triliun dan potensi value unlocking yang lebih besar pada segmen fixed access senilai Rp100-150 triliun. Bisnis data center dan cloud Telkom juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Meskipun demikian, riset Ciptadana Sekuritas pada Agustus 2025 sempat mempertahankan rekomendasi "Hold" dengan target harga Rp3.000, menyusul kinerja semester I 2025 yang dinilai melemah akibat penurunan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Namun, BRI Danareksa Sekuritas pada September 2024 memprediksi kinerja TLKM akan pulih di tahun 2025, dengan proyeksi pendapatan Telkomsel naik 4% pada 2025.

Terakhir, PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham SMDR. Per 2 Desember 2025, harga SMDR diperdagangkan di 328, dengan penutupan sebelumnya di 306. Saham ini telah menunjukkan kenaikan 5,13% dalam seminggu terakhir dan 3,80% dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, pada Juni 2025, Pilarmas Investindo Sekuritas juga telah merekomendasikan SMDR dengan target harga Rp354 dan support di level Rp330. Samudera Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan 15,82% pada kuartal I 2025. Imbal hasil dividen perusahaan tercatat 4,10% pada tahun 2024.