:strip_icc()/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
Debat sengit mengenai nilai dan masa depan aset antara Bitcoin dan emas telah tersaji antara pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), dan ekonom sekaligus pendukung emas, Peter Schiff, di panggung Binance Blockchain Week pada 4 Desember 2025. Perdebatan ini, yang disiarkan langsung oleh Foresight News, mempertemukan dua pandangan yang sangat berlawanan mengenai peran masing-masing aset di era digital dan keuangan global.
Changpeng Zhao berpendapat bahwa nilai Bitcoin berasal dari kasus penggunaannya yang nyata, bukan dari spekulasi semata. Ia menyoroti bagaimana Bitcoin telah mempersingkat waktu pembayaran lintas negara dari hitungan hari menjadi menit di banyak negara berkembang. CZ juga menekankan kemampuan Bitcoin untuk bergerak bebas secara global tanpa memerlukan kustodi pihak ketiga, sebuah keuntungan yang tidak dimiliki emas fisik atau emas yang ditokenisasi. Menurutnya, kepemilikan digital sejati membutuhkan self-custody dan kelangkaan yang terverifikasi, ciri-ciri yang dimiliki Bitcoin namun tidak dimiliki oleh token emas yang memerlukan kepercayaan pada entitas terpusat. Ia membandingkan internet yang virtual namun memiliki nilai, dengan Bitcoin yang meskipun tidak berbentuk fisik, transaksinya tercatat di blockchain, dan jumlah persediaannya diketahui secara pasti. CZ juga menunjukkan bahwa Bitcoin, melalui kartu kripto, dapat terintegrasi secara mulus ke dalam sistem pembayaran sehari-hari, di mana pengguna hanya menggesek kartu dan Bitcoin langsung terpotong, sementara pedagang menerima mata uang pilihan mereka.
Di sisi lain, Peter Schiff dengan tegas menyatakan bahwa Bitcoin adalah aset spekulatif yang tidak memiliki nilai intrinsik, penggunaan industri, atau permintaan yang kuat. Ia berargumen bahwa kenaikan harga Bitcoin sebagian besar didorong oleh siklus spekulatif. Menurut Schiff, transaksi yang dilakukan dengan Bitcoin sebenarnya berarti "menjual Bitcoin untuk membayar," dan ia menyebut Bitcoin sebagai "permainan zero-sum" di mana keuntungan satu pihak adalah kerugian pihak lain. Schiff memuji emas sebagai aset yang jauh lebih kokoh, dengan tradisi nilai ribuan tahun, perannya dalam cadangan bank sentral, dan kegunaan fisiknya. Ia juga menyatakan bahwa emas yang ditokenisasi lebih masuk akal sebagai bukti kepemilikan aset riil, percaya bahwa entitas swasta yang terkemuka dapat menokenisasi emas fisik dengan baik. Schiff menyoroti bahwa dalam empat tahun terakhir, logam mulia telah mengungguli Bitcoin dalam hal pengembalian.
Perdebatan ini mencuat setelah Peter Schiff mengumumkan peluncuran produk emas berbasis blockchain miliknya dan menantang CZ dalam diskusi "Bitcoin versus emas yang ditokenisasi" di platform X. CZ menerima tantangan tersebut, membalas bahwa Schiff selalu profesional dan tidak personal dalam mengkritik Bitcoin. Meskipun kedua belah pihak tetap teguh pada pandangan mereka masing-masing, debat tersebut menyoroti perbedaan fundamental antara aset tradisional dan digital. Para analis memperkirakan bahwa diskusi semacam ini akan terus membentuk persepsi investor dan perdebatan tentang peran Bitcoin sebagai lindung nilai di tengah kondisi pasar global.