Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dewan UE Dorong Euro Digital: Pembayaran Fleksibel Online & Offline

2025-12-21 | 19:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T12:19:54Z
Ruang Iklan

Dewan UE Dorong Euro Digital: Pembayaran Fleksibel Online & Offline

Dewan Uni Eropa pada Jumat, 19 Desember 2025, secara resmi mendukung posisi negosiasi untuk Euro Digital yang mencakup fungsionalitas pembayaran daring dan luring. Keputusan ini, yang merupakan langkah signifikan dalam modernisasi sistem pembayaran Eropa, bertujuan untuk menjaga kedaulatan moneter di tengah lanskap digital yang berkembang pesat serta memastikan uang bank sentral tetap relevan.

Dukungan Dewan ini menandai perubahan dari proposal awal Parlemen Eropa yang lebih fokus pada penggunaan luring, menekankan fleksibilitas dan ketahanan sistem pembayaran di seluruh zona euro. Euro Digital, yang akan diterbitkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB), dirancang agar dapat digunakan kapan saja dan di mana saja, baik dengan koneksi internet maupun tanpa koneksi.

Proyek Euro Digital dimulai dengan fase eksplorasi ECB pada tahun 2021, diikuti proposal resmi Komisi Eropa pada 2023. Fase persiapan teknis telah berjalan dari November 2023 hingga Oktober 2025, dengan Dewan Pengatur ECB memutuskan untuk melangkah ke fase implementasi selanjutnya pada Oktober 2025. Tujuan utamanya adalah menyediakan alat pembayaran digital yang aman, gratis, dan privat, melengkapi uang tunai tanpa menggantikannya.

Fungsionalitas luring adalah aspek krusial yang didukung Dewan untuk memastikan fleksibilitas dan ketahanan dalam skenario sehari-hari, termasuk saat pemadaman listrik atau di daerah dengan konektivitas internet yang buruk. Transaksi luring akan dicatat secara lokal dan disinkronkan ke buku besar pusat saat konektivitas pulih, menawarkan privasi serupa dengan transaksi tunai. Survei Forsa pada Juni 2024 menunjukkan mayoritas responden menganggap penting kemampuan pembayaran luring.

Euro Digital diharapkan dapat memperkuat otonomi strategis Eropa dengan mengurangi ketergantungan pada penyedia pembayaran non-Eropa dan menantang dominasi stablecoin berbasis dolar AS. Menteri Ekonomi Denmark, Stephanie Lose, menyatakan Euro Digital akan mendukung sistem pembayaran Eropa yang lebih kompetitif dan memperkuat otonomi strategis. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan, "Kita perlu mempersiapkan mata uang kita untuk masa depan" dan "Euro digital adalah pernyataan politik tentang kedaulatan Eropa."

Meskipun mendapat dukungan, proyek ini menghadapi tantangan, termasuk penolakan dari sebagian sektor perbankan yang khawatir potensi penarikan simpanan. Kekhawatiran mengenai privasi pengguna dan pengawasan negara juga menjadi perdebatan di Parlemen Eropa. Survei ECB pada Maret 2025 bahkan menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman publik dan kekhawatiran privasi menyebabkan sebagian besar warga Eropa enggan mengadopsi Euro Digital.

Bagi ratusan juta warga Eropa, keputusan ini berarti potensi akses ke bentuk uang publik digital yang universal, aman, dan dapat digunakan di semua situasi. Euro Digital bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara uang tunai dan metode pembayaran digital saat ini, memastikan inklusi keuangan bagi 349 juta warga zona euro, termasuk mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Langkah selanjutnya adalah negosiasi trilog formal antara Parlemen, Dewan, dan Komisi Eropa. Apabila legislator Uni Eropa mengadopsi regulasi pada tahun 2026, fase percontohan dapat dimulai pada pertengahan 2027, dengan potensi penerbitan Euro Digital yang lebih luas pada tahun 2029. Ini akan menjadi ujian signifikan bagi kesiapan politik Eropa menghadapi era uang digital global.