Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

China Buka Pintu IPO Lebih Luas untuk Pengembang Roket, Genjot Ambisi Antariksa

2025-12-27 | 18:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T11:58:02Z
Ruang Iklan

China Buka Pintu IPO Lebih Luas untuk Pengembang Roket, Genjot Ambisi Antariksa

Pihak berwenang Tiongkok, melalui Bursa Efek Shanghai, telah melonggarkan persyaratan pencatatan saham perdana (IPO) untuk perusahaan roket komersial, khususnya yang mengembangkan teknologi roket yang dapat digunakan kembali, efektif pada Jumat, 26 Desember 2025. Kebijakan ini memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mencatatkan diri di pasar STAR yang berorientasi teknologi tanpa memenuhi ambang batas profitabilitas atau pendapatan minimum tradisional, asalkan mereka telah berhasil melakukan setidaknya satu peluncuran orbital menggunakan teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Beijing untuk mempercepat pengembangan sektor antariksa swasta dan mengejar ketertinggalan dari dominasi Amerika Serikat dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali, terutama oleh SpaceX.

Kebijakan baru ini merupakan kelanjutan dari regulasi yang lebih luas yang diterbitkan pada Juni 2025 oleh Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok (CSRC), yang mempermudah perusahaan inovatif pra-laba untuk mencatatkan saham. Ketua CSRC, Wu Qing, pada Forum Lujiazui bulan Juni menyatakan bahwa inovasi membutuhkan aliansi antara ilmuwan, pengusaha, dan investor, serta tidak dapat terwujud tanpa dukungan pasar modal. Peraturan yang dilonggarkan saat ini secara eksplisit menggeser fokus dari kematangan finansial menuju validasi rekayasa dan pencapaian tonggak teknologi.

Sejak Tiongkok membuka sektor kedirgantaraan untuk investasi swasta pada tahun 2014 melalui "Dokumen 60" Dewan Negara, ekosistem antariksa komersial negara tersebut telah berkembang pesat. Jumlah perusahaan antariksa swasta di Tiongkok kini melebihi 500 entitas. Pada tahun 2024, belanja pemerintah Tiongkok untuk program antariksa diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS, menempatkannya di posisi kedua secara global setelah Amerika Serikat yang mencapai sekitar 80 miliar dolar AS. Terlebih lagi, Tiongkok untuk pertama kalinya melampaui Amerika Serikat dalam pendanaan modal ventura/ekuitas swasta (VC/PE) untuk startup teknologi antariksa pada tahun 2024, dengan 2,7 miliar dolar AS berbanding 2,6 miliar dolar AS. Pasar antariksa komersial Tiongkok diperkirakan akan mencapai 2,8 triliun yuan pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 22,9% antara tahun 2020 dan 2025.

Perusahaan roket swasta Tiongkok seperti LandSpace telah secara aktif mengejar pendanaan publik. LandSpace, yang meluncurkan roket Zhuque-3 yang dapat digunakan kembali pada awal Desember, berhasil menempatkan satelit ke orbit meskipun tahap pertama pendorongnya belum berhasil dipulihkan. Perusahaan tersebut telah menyelesaikan proses bimbingan IPO dengan regulator Tiongkok pada 23 Desember dan berpotensi mencatatkan saham di awal tahun 2026. LandSpace menyatakan sifat padat modal dari pengembangan roket menuntut akses ke pasar modal Tiongkok agar dapat bersaing secara efektif dengan SpaceX. Perusahaan lain seperti Galactic Energy, Space Pioneer, i-Space, dan CAS Space juga sedang dalam jalur menuju pencatatan publik, dengan Space Pioneer menjadi perusahaan peluncuran swasta paling bernilai di Tiongkok dengan estimasi 22,5 miliar yuan.

Implikasi kebijakan IPO yang dilonggarkan ini sangat signifikan. Ini diharapkan dapat mempercepat akses modal bagi perusahaan roket Tiongkok, mendorong inovasi domestik, dan memperketat persaingan dalam perlombaan antariksa global. Beijing secara eksplisit melihat monopoli SpaceX dalam satelit orbit rendah Bumi sebagai risiko keamanan nasional dan aktif mendorong pengembangan konstelasi satelitnya sendiri, seperti Guowang dan Qianfan, yang diharapkan mencapai puluhan ribu dalam beberapa dekade mendatang. Pada November 2025, Administrasi Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) membentuk Departemen Antariksa Komersial baru dan meluncurkan Rencana Aksi untuk Mempromosikan Pengembangan Antariksa Komersial yang Berkualitas Tinggi dan Aman (2025–27), yang semakin mengintegrasikan sektor komersial ke dalam strategi antariksa nasional secara keseluruhan. Ini menyoroti tekad Tiongkok untuk memanfaatkan pasar modal sebagai akselerator jangka panjang untuk inovasi kedirgantaraan, daripada sekadar memberikan penghargaan kepada perusahaan yang sudah matang secara finansial. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan untuk mencapai reusabilitas roket yang rutin dan dapat diandalkan secara konsisten agar ekosistem roket yang dapat digunakan kembali benar-benar hemat biaya.