:strip_icc()/kly-media-production/medias/1539763/original/095959400_1489728049-20170317-Pabrik-Semen-Rembang-Siap-Beroperasi-Gempur-2.jpg)
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau yang dikenal sebagai SIG, terus mengukuhkan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di seluruh lini operasionalnya. Langkah strategis ini bukan sekadar upaya adaptasi, melainkan fondasi untuk pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab dan tangguh di tengah dinamika ekonomi serta isu perubahan iklim global. Direktur Operasi Semen Indonesia, Reni Wulandari, menegaskan bahwa laporan keberlanjutan yang transparan dan akuntabel merupakan bagian esensial dari tata kelola perusahaan yang baik, menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan untuk memahami strategi, target, inisiatif, dan pencapaian kinerja keberlanjutan perseroan.
Dalam pilar lingkungan (planet), SIG menunjukkan keseriusan melalui berbagai inisiatif dekarbonisasi yang tertuang dalam Peta Jalan Keberlanjutan SIG 2030, dengan target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050. Hingga akhir semester I 2024, SIG berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 19,21 persen dari baseline tahun 2010. Penurunan emisi ini dicapai melalui pemanfaatan energi terbarukan, termasuk biomassa, limbah industri, Refuse-Derived Fuel (RDF) dari sampah perkotaan, serta energi listrik tenaga surya. Pabrik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Cilacap, misalnya, telah mendukung strategi keberlanjutan SMGR melalui penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan teknologi RDF sebagai fasilitas pengelolaan sampah berkelanjutan yang pertama di Indonesia. Selain itu, perseroan juga memanfaatkan tanaman jagung dan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif sejak tahun 2022. Efisiensi energi juga didorong melalui digitalisasi dalam proses produksi dan optimalisasi konversi gas panas buang menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation).
SIG juga fokus pada pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Di Pabrik Tuban, Jawa Timur, perusahaan menerapkan metode zero run-off untuk menjaga keseimbangan air bawah tanah di area tambang. Untuk reklamasi lahan pascatambang, khususnya di quarry batu gamping, SIG mengadopsi teknik penanaman pohon inovatif menggunakan sistem alur, yang membuat proses lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, SIG juga telah mengembangkan berbagai produk beton ramah lingkungan, seperti semen hijau yang menghasilkan emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional. Beberapa produk SIG bahkan telah memperoleh sertifikat label hijau dari Green Product Council Indonesia.
Pada pilar sosial (people), SIG berkomitmen kuat dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu terobosan signifikan adalah pengembangan Ecopark Kambang Semi di Tuban, kawasan pascatambang yang diubah menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Program ini mencakup perkebunan pisang cavendish, penyulingan kayu putih, area greenhouse, peternakan lele, ayam petelur, kambing, keramba apung ikan nila, serta pelatihan kerajinan lokal melalui Bale Kriya. Dalam aspek sumber daya manusia, SIG memastikan implementasi asas kesetaraan dan kewajaran, serta prinsip equal opportunity, dengan 20 persen talenta teratas di SIG adalah perempuan.
Komitmen SIG terhadap tata kelola perusahaan yang baik (governance) juga tercermin dari peningkatan skor Corporate Governance (GCG). Pada tahun 2024, berdasarkan penilaian GCG tahun 2023, Semen Indonesia memperoleh skor sebesar 102,81 dengan predikat "Leadership in Corporate Governance", meningkat dari periode sebelumnya sebesar 92,47 dengan predikat "Very Good". Peningkatan ini menunjukkan bahwa SIG telah mengadopsi standar internasional seperti yang dirumuskan dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Atas komitmen dan implementasi berkelanjutan ini, SIG telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Pada tahun 2022, delapan pabrik milik SMGR berhasil meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), meliputi satu peringkat Emas dan tujuh peringkat Hijau, dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Cilacap meraih Proper Emas. Teranyar, pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, SIG Group meraih empat penghargaan, dengan SIG dan PT Semen Baturaja Tbk memperoleh peringkat Gold, serta PT Solusi Bangun Indonesia Tbk meraih Silver dan Commendation Award. SMGR juga meraih peringkat ESG Rating terbaik pertama kategori construction materials di Asia Tenggara dari lembaga pemeringkat internasional Sustainalytics, dengan predikat Medium Risk dan skor 22,9. Selain itu, Semen Indonesia juga meraih Best Sustainability and Resilience Award dan masuk dalam Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap PLCs) dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Direktur Utama SMGR, Donny Arsal, menyatakan bahwa sebagai pemimpin pasar di Indonesia, SIG menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan urbanisasi. Namun, dengan praktik bisnis berbasis ESG, SIG optimistis tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan kapasitas untuk menghadapi tantangan dan menciptakan peluang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Dengan berbagai inisiatif ini, SIG terus memposisikan diri sebagai pemimpin dalam transformasi industri bahan bangunan menuju ekonomi hijau, sejalan dengan dukungan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusung konsep berkelanjutan.