Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Alat Berat Diterjunkan: Jalur Padang-Bukittinggi Bergegas Pulih Pasca Banjir

2025-12-07 | 04:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-06T21:32:20Z
Ruang Iklan

Alat Berat Diterjunkan: Jalur Padang-Bukittinggi Bergegas Pulih Pasca Banjir

Sejumlah alat berat telah diterjunkan ke jalur utama Padang-Bukittinggi, khususnya di kawasan Lembah Anai, untuk mempercepat penanganan pasca-banjir bandang dan tanah longsor yang melumpuhkan akses vital ini sejak Kamis, 27 November 2025. Bencana alam tersebut mengakibatkan putusnya konektivitas jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi, serta memutus jalur alternatif via Malalak, Agam.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menjadi garda terdepan dalam upaya pemulihan ini. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalur Padang-Bukittinggi adalah prioritas utama. Saat ini, pengerjaan di Lembah Anai melibatkan 26 unit alat berat, dengan total 50 unit alat berat dikerahkan untuk penanganan jalan nasional di seluruh Sumatera Barat. Alat-alat tersebut meliputi sembilan unit wheel loader, empat unit backhoe, dua belas unit dump truck, dua belas unit excavator, tiga unit mini excavator, enam unit chain saw, tiga unit pick-up, dan satu unit truck crane.

Selain dari Kementerian PU, PT Hutama Karya (Persero) juga telah berkontribusi signifikan. Dua unit excavator PC-200 dari proyek Tol Sicincin-Padang telah tiba di Lembah Anai sejak 28 November 2025, membantu pembersihan material longsor dan pengamanan badan jalan. Hingga 29 November 2025, Hutama Karya telah mengerahkan total lima unit excavator (empat PC-200 dan satu PC-75) di Sumatera Barat, termasuk penempatan di Luminpark dan Pasar Baru Universitas Andalas (Unand) di Kota Padang, serta di Kuranji. PT United Tractors Tbk (UNTR) juga turut mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus di wilayah Agam dan Bukittinggi.

Kerusakan di Lembah Anai cukup parah, dengan sekitar 300 meter ruas jalan dilaporkan terputus akibat curah hujan ekstrem dan aliran sungai yang membawa material longsoran. Selain itu, jalur ke arah Padang di kawasan Lembah Anai ambles di beberapa titik, bahkan di area yang baru diperbaiki setelah galodo Gunung Marapi tahun lalu. Penanganan saat ini fokus pada pembersihan material longsor, perbaikan badan jalan untuk fungsionalitas terbatas, serta pengalihan alur Sungai Batang Anai yang bergeser mendekati badan jalan.

Akibat terputusnya jalur utama Lembah Anai dan jalur alternatif Malalak, satu-satunya akses dari Padang menuju Bukittinggi kini hanya dapat dilalui melalui Sitinjau Lauik, kemudian dilanjutkan ke Solok, Danau Singkarak, hingga keluar di Kota Padang Panjang. Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H M Reza Chairul Akbar Sidiq, menyatakan penutupan jalur Lembah Anai belum bisa dipastikan hingga kapan, dengan perkiraan awal kepolisian bahwa jalur ini baru bisa berfungsi dalam waktu minimal satu bulan, meskipun belum maksimal. Namun, Kementerian PU menargetkan akses Padang-Bukittinggi di Lembah Anai dapat dimanfaatkan secara fungsional terbatas paling lambat 16 Desember 2025. Sementara itu, per 4 Desember 2025, sepeda motor dan pejalan kaki sudah bisa melewati jalur darurat di Lembah Anai.

Dampak bencana ini sangat besar. Pemerintah Kota Padang memperkirakan nilai infrastruktur yang rusak mencapai Rp 202,8 miliar per 29 November 2025, dengan kerusakan terparah pada Jembatan Gunung Nago senilai Rp 45 miliar dan Jembatan Kalawi Limau Manis senilai Rp 35 miliar. Selain Lembah Anai, seluruh titik jalan nasional lain yang terdampak banjir, banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang di Sumatera Barat kini telah selesai ditangani sementara dan fungsional untuk lalu lintas.