Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

6.720 Tabung LPG 3 Kg Tambahan dari Pertamina Pacu Pemulihan di Aceh Tengah Pascabencana

2025-12-24 | 02:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-23T19:11:18Z
Ruang Iklan

6.720 Tabung LPG 3 Kg Tambahan dari Pertamina Pacu Pemulihan di Aceh Tengah Pascabencana

PT Pertamina (Persero) kembali menyalurkan 6.720 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram ke Takengon, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin (22/12/2025), sebagai respons berkelanjutan terhadap kebutuhan energi masyarakat pasca-bencana banjir dan longsor parah yang melanda wilayah tersebut. Pengiriman ini dilakukan di tengah kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih, dengan pasokan diangkut menggunakan 12 unit truk dari Bireuen menuju Takengon.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025, khususnya pada periode 25 hingga 27 November 2025, menyebabkan kerusakan luas di 14 kecamatan dan 295 kampung di Aceh Tengah, dengan 234.710 jiwa terdampak dan 35.265 jiwa masih terisolasi hingga 22 Desember 2025. Infrastruktur vital seperti 97 ruas jalan dan 69 titik jembatan mengalami kerusakan signifikan, menghambat akses dan distribusi logistik. Kampung Kutereje di Kecamatan Linge bahkan dilaporkan hilang tak bersisa akibat banjir bandang, memaksa warganya direlokasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan United Nations Development Programme (UNDP) mengidentifikasi deforestasi hulu sebagai biang keladi utama peningkatan bencana banjir bandang berulang di wilayah ini, dengan sekitar 56 persen kebun kopi Gayo berada dalam kawasan hutan, termasuk hutan lindung.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan penyaluran ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia bagi masyarakat Aceh Tengah, meski dihadapkan pada tantangan kerusakan infrastruktur. Distribusi 6.720 tabung LPG 3 kg ini akan dilaksanakan melalui mekanisme pasar murah di 12 titik yang tersebar di enam kecamatan, termasuk empat titik di Kecamatan Bebesen, tiga di Lut Tawar, dua di Kebayakan, serta masing-masing satu titik di Pegasing, Bies, dan Silih Nara. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan ketersediaan LPG secara tertib.

Penyaluran ini menindaklanjuti koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pertamina, termasuk surat resmi Bupati Aceh Tengah kepada Pertamina pada 4 Desember 2025, serta pertemuan lanjutan dengan Sales Branch Manager Gas IV Pertamina dan para agen LPG di Bireuen. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan fokus Pertamina pada pendistribusian energi dan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Sebelumnya, Pertamina juga telah mempercepat pemulihan distribusi LPG secara keseluruhan di Aceh, dengan penyaluran LPG subsidi di 22 kabupaten/kota mencapai 366 metrik ton per hari selama masa bencana, naik 40% dari kondisi normal 261 metrik ton per hari. Tantangan distribusi tetap besar, memaksa Pertamina menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk pengiriman jalur laut untuk mobil tangki LPG dari Lhokseumawe ke Banda Aceh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya melaporkan pemulihan sektor energi, termasuk kelistrikan serta distribusi BBM dan LPG, masih menghadapi tantangan berat akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses, khususnya di tiga kabupaten di Aceh yang hanya dapat dijangkau melalui udara untuk kebutuhan BBM dan LPG. Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan ketersediaan energi jelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan pemerintah mengutamakan pemulihan pasokan pascabencana. Pemulihan infrastruktur energi yang terganggu bencana di Aceh Tengah menyoroti kerentanan pasokan dasar di daerah terpencil dan pentingnya koordinasi multisektoral untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di tengah krisis.