Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

WEGE Amankan Rp 1,44 Triliun Kontrak Baru, Jaminan Kinerja Kuat hingga November 2025

2025-11-28 | 15:28 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T08:28:04Z
Ruang Iklan

WEGE Amankan Rp 1,44 Triliun Kontrak Baru, Jaminan Kinerja Kuat hingga November 2025

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 1,44 triliun hingga akhir November 2025. Pencapaian ini menunjukkan upaya perseroan dalam mengamankan proyek-proyek baru di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

Angka kontrak baru hingga November ini menunjukkan peningkatan signifikan dari posisi per September dan Oktober 2025, yang mana WEGE sempat mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 116 miliar. Meskipun demikian, target kontrak baru yang dicanangkan WEGE untuk tahun buku 2025 sebelumnya berada di kisaran Rp 1,9 triliun hingga Rp 3,58 triliun.

Secara keseluruhan, hingga kuartal ketiga 2025, nilai order book atau kontrak berjalan WEGE, yang meliputi kontrak lama dan baru, mencapai Rp 4,16 triliun. Mayoritas kontrak tersebut berasal dari segmen pemerintah sebesar 47 persen, diikuti oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan porsi 30 persen, dan sektor swasta. Jenis proyek yang mendominasi meliputi fasilitas publik, perkantoran, dan hunian.

Kinerja keuangan perseroan pada periode Januari-September 2025 menunjukkan tantangan. WEGE mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 50,44 miliar, berbalik dari laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp 1,17 triliun, dari Rp 2,25 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Namun, perusahaan berhasil menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dengan kenaikan Gross Profit Margin (GPM) menjadi 9,4 persen pada kuartal ketiga 2025, dari 7,9 persen di kuartal ketiga tahun sebelumnya.

Direktur Umum WEGE, Hadian Pramudita, sebelumnya mengungkapkan bahwa iklim bisnis konstruksi pada awal 2025 dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi pemerintah yang berimbas pada tertundanya beberapa tender, khususnya di lingkungan BUMN perbankan dan asuransi. Meskipun demikian, WEGE tetap berupaya menjaga fokus pada bisnis utamanya di bidang pembangunan gedung secara lebih efisien. Perseroan juga menargetkan kontrak baru sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2026 mendatang.

Untuk memperbaiki posisi likuiditas dan kembali fokus pada bisnis inti, WEGE berencana melakukan divestasi aset yang tidak memiliki rencana pengembangan senilai sekitar Rp 40 miliar. Sementara itu, terkait rencana merger BUMN Karya, WEGE akan mengikuti arahan dari induk usahanya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Analis melihat saham WEGE sebagai "turnaround play" dengan prospek perbaikan di kuartal IV 2025 seiring percepatan proyek. Prospek tahun 2026 dinilai lebih positif jika bisnis modular dan precast mendapatkan momentum serta restrukturisasi WIKA berjalan baik. Stockbit AI juga merekomendasikan swing entry pada zona support dengan katalis proyek besar BMKG dan prospek anggaran infrastruktur nasional 2025. WEGE sendiri telah mendapatkan rating idBBB (Kategori Layak Investasi) dari PEFINDO, dengan status "Sehat Sound," yang menunjukkan stabilitas kinerja yang didukung tata kelola perusahaan yang kuat.