
Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa syukurnya atas soliditas dan kinerja tim ekonomi di Kabinet Merah Putih, yang hasilnya telah nyata dirasakan oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada Jumat, 28 November 2025, di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, di mana tokoh-tokoh kunci sektor perekonomian dan keuangan turut hadir. Presiden Prabowo menekankan bahwa sinergi dan kerja sama yang baik antar pengelola perekonomian merupakan kunci pencapaian saat ini, mengakui peran penting individu-individu hebat yang telah membantu dalam pengelolaan ekonomi negara.
Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sorotan utama. Pada Januari 2025, Presiden Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai bahkan melebihi 8 persen, suatu target yang disebutnya sangat mungkin tercapai. Pada Juni 2025, Presiden Prabowo melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi di semester pertama telah melampaui 5 persen dan berpotensi mendekati 7 persen pada akhir tahun. Presiden juga menggarisbawahi kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai cukup menjanjikan dan menenangkan di tengah ketidakpastian global, termasuk tantangan perang dagang dan persaingan ekonomi antarnegara.
Berbagai kebijakan strategis telah diimplementasikan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pada kuartal pertama 2025, kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi meliputi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024, optimalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Februari dan Maret 2025, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN dan swasta di Maret 2025. Selain itu, stimulus Ramadan seperti diskon harga tiket pesawat, tarif tol, program diskon belanja, program pariwisata mudik Lebaran, serta stabilitas harga pangan juga diterapkan.
Program-program prioritas pemerintah juga menunjukkan hasil konkret. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut telah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru melalui pembangunan 30.000 dapur di berbagai provinsi. Hingga November 2025, program MBG telah menjangkau 44 juta penerima manfaat, dengan target mencapai 82 juta penerima pada Januari 2026. Selain itu, optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan realisasi panen padi secara optimal turut berkontribusi, dengan laporan peningkatan produksi beras yang signifikan.
Pemerintah juga meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Februari 2025, yang saat ini mengelola aset senilai USD 1.000 miliar, sebagai upaya konsolidasi kekuatan ekonomi BUMN dan warisan kesejahteraan jangka panjang. Di bidang keuangan, Indonesia juga berupaya memperkuat inklusi dan kesehatan keuangan, sebagaimana dibahas Presiden Prabowo dengan Ratu Maxima dari Belanda pada akhir November 2025.
Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada jajaran tim perekonomian, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, atas kontribusi mereka dalam menciptakan hasil kerja yang terbukti bisa dirasakan rakyat. Komitmen pemerintah juga terlihat dalam langkah-langkah seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian properti dan otomotif, serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) bagi kendaraan listrik dan hibrida. Seluruh kebijakan dan program ini didorong untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan nasional.