:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890640/original/051238200_1720850056-Tol_Cimangis-Cibitung_seksi_2B_bebas_Tarif_akhir_Juli-IMAM_2.jpg)
Waskita Karya melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), telah merampungkan seluruh rangkaian aksi korporasi divestasi saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Total nilai transaksi ini mencapai Rp 3,28 triliun. Salah satu bagian dari transaksi ini adalah pelepasan 35 persen saham CCT milik WTR kepada PT Bakrie Toll Indonesia.
Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, menyatakan bahwa penyelesaian divestasi ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan terhadap kreditur dan pemenuhan Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah berlaku efektif sejak Oktober 2024. Divestasi jalan tol ini merupakan elemen penting dari strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis Waskita Karya. Langkah korporasi ini diharapkan dapat mendukung penyehatan keuangan perseroan serta memenuhi kebutuhan pendanaan strategis. Hanugroho juga menambahkan, dana yang diperoleh dari divestasi akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat arus kas untuk operasional perusahaan. Dengan demikian, Waskita dapat menata kembali portofolio asetnya agar nilainya lebih terjaga.
Sebelumnya, Waskita Karya telah menargetkan divestasi 13 ruas tol sejak tahun 2021 hingga 2026. Pada Januari 2022, Waskita Karya juga telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk divestasi 55 persen kepemilikan WTR pada CCT senilai Rp 1,7 triliun. Transaksi tersebut terdiri dari Rp 339 miliar untuk 55 persen kepemilikan WTR pada CCT dan pengambilalihan 55 persen Shareholder Loan (SHL) oleh SMI senilai Rp 1,4 triliun. Melalui transaksi tersebut, perseroan diperkirakan akan menerima laba kotor sebesar Rp 229 miliar dan estimasi dekonsolidasian utang sebesar Rp 4,1 triliun. Setelah transaksi dengan SMI selesai, struktur kepemilikan pada CCT terdiri dari SMI sebesar 55 persen, WTR sebesar 35 persen, dan pemegang saham lainnya sebesar 10 persen.
Pada bulan Maret 2025, Waskita Karya telah menawarkan divestasi 35 persen sahamnya di Tol Cimanggis-Cibitung kepada Bakrie Group dengan target nilai sekitar Rp 3,3 triliun, memberikan tenggat waktu hingga 1 Agustus 2025. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), menyatakan kesiapan untuk mengambil alih penuh CCT dengan nilai akuisisi total Rp 3,5 triliun. Akuisisi ini mencakup pengambilalihan 90 persen saham CCT milik SMI (55 persen) dan Waskita Tollroad (35 persen) senilai Rp 1 triliun, serta pengambilalihan piutang pemegang saham dari SMI dan WTR kepada CCT senilai Rp 2,56 triliun. Dengan transaksi ini, Bakrie Group akan menguasai 100 persen kepemilikan CCT. Waskita Karya akan terus menjaga stabilitas keuangan dan fokus mengembalikan bisnis inti sebagai perusahaan konstruksi yang membangun gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan.