Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rosan: Merger Grab-GOTO Buka Peluang Kemitraan Investor

2025-11-29 | 04:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T21:46:00Z
Ruang Iklan

Rosan: Merger Grab-GOTO Buka Peluang Kemitraan Investor

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, telah mengonfirmasi bahwa proses penggabungan atau merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab masih terus berlangsung. Rosan Roeslani menegaskan bahwa sinyal perkembangan menuju merger dua raksasa digital tersebut menunjukkan arah yang positif. Ia menyampaikan bahwa belum ada keputusan final terkait penggabungan ini, namun prospeknya positif. Rosan juga sempat memberikan gestur acungan jempol saat ditanya mengenai arah pembahasan merger.

Mengenai potensi keterlibatan Danantara dalam aksi korporasi ini, Rosan mengungkapkan bahwa pihak Grab dan GoTo telah terbuka untuk partisipasi Danantara. Namun, Danantara masih akan meninjau proses yang berjalan serta mempertimbangkan aspek harga sebelum mengambil keputusan. Rosan menekankan bahwa salah satu prioritas utama Danantara jika terlibat dalam investasi ini adalah memastikan kesejahteraan para mitra pengemudi ojek online (ojol). Selain itu, Danantara juga akan terus meninjau proses business-to-business (B2B) antara GoTo dan Grab serta mendukung kerja sama bisnis keduanya.

Di sisi lain, GoTo telah mengumumkan rencana perubahan kepemimpinan sebagai bagian dari proses suksesi yang matang. Patrick Walujo telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama pada 24 November 2025, lebih cepat dari komitmennya hingga 2029, dan Hans Patuwo dinominasikan sebagai penggantinya yang akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025. Perubahan manajemen ini dinilai oleh Rosan dan beberapa analis sebagai sinyal positif untuk memuluskan agenda merger yang telah lama digodok. Meskipun demikian, Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GoTo, R. A. Koesoemohadiani, sebelumnya menyatakan pada 13 November 2025 bahwa hingga saat ini belum ada keputusan ataupun kesepakatan resmi terkait transaksi potensial dengan Grab.

Pemerintah juga menunjukkan perhatian serius terhadap rencana penggabungan ini. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya telah mengonfirmasi adanya pembahasan rencana penggabungan GoTo dan Grab, yang juga menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas terkait rancangan peraturan presiden (perpres) mengenai ojek daring. Keterlibatan Danantara dalam proses ini diharapkan dapat memastikan keputusan yang diambil sejalan dengan kepentingan industri digital nasional dan keberlanjutan pelaku usaha, termasuk jutaan mitra pengemudi. Namun, proses merger ini juga menghadapi tantangan regulasi, terutama dari otoritas persaingan usaha. Komisi Persaingan dan Konsumen Singapura (CCCS) memiliki riwayat panjang dengan Grab dan cenderung mengambil tindakan awal dalam kesepakatan platform digital, yang dapat menjadi hambatan serius. Sementara itu, lembaga anti-monopoli Indonesia masih meninjau implikasi hukum dari potensi dominasi pasar yang mungkin timbul akibat merger ini.