Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

VIVO-BP Banjir BBM, Shell Masih Menanti Kepastian?

2025-11-25 | 09:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T02:41:05Z
Ruang Iklan

VIVO-BP Banjir BBM, Shell Masih Menanti Kepastian?

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) VIVO dan BP secara bertahap kembali menyediakan bahan bakar minyak (BBM) setelah mengalami periode kelangkaan. Sementara itu, SPBU Shell masih dalam tahap finalisasi negosiasi pasokan dan diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat.

SPBU VIVO mulai kembali mengisi tangki-tangki mereka dengan BBM Revvo 92 secara bertahap sejak Minggu, 23 November 2025. Sebelumnya, operator ini menghadapi kelangkaan BBM sejak pertengahan Oktober 2025. Pulihnya pasokan ini menyusul kesepakatan VIVO untuk membeli 100.000 barel BBM dari Pertamina Patra Niaga. Per 24 November 2025, harga Revvo 92 tercatat sebesar Rp 12.680 per liter, mengalami penurunan dari harga Rp 12.890 per liter pada 1 Oktober 2025.

Demikian pula, SPBU BP-AKR juga telah kembali melayani pelanggan dengan ketersediaan BBM BP 92 dan BP Ultimate Diesel sejak akhir Oktober 2025. BP-AKR merupakan pengelola 67 SPBU yang tersebar di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur per Mei 2025. Pada April 2024, mereka telah meresmikan SPBU ke-50. Sama seperti VIVO, BP-AKR juga sepakat untuk membeli 100.000 barel BBM dari Pertamina Patra Niaga. Harga BP 92 per November 2025 adalah Rp 12.680 per liter. BP-AKR juga berencana untuk menambah lebih dari 10 SPBU baru sepanjang tahun 2025.

Di sisi lain, SPBU Shell masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan BBM jenis bensin, seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, yang kosong sejak pertengahan Agustus 2025. Meskipun demikian, produk Shell V-Power Diesel dilaporkan masih tersedia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa negosiasi antara Shell Indonesia dan Pertamina Patra Niaga mengenai pasokan BBM telah mencapai tahap final. Pasokan BBM di SPBU Shell ditargetkan akan kembali tersedia pada akhir November 2025.

Kelangkaan pasokan BBM pada operator swasta ini sebagian besar disebabkan oleh habisnya kuota impor BBM mereka untuk tahun ini, ditambah dengan keterlambatan penerbitan izin impor. Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengungkapkan bahwa permohonan neraca komoditas 2025 telah diajukan pada September 2024, namun izin impor baru didapatkan pada 23 Januari 2025. Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah mendorong SPBU swasta untuk membeli bahan bakar murni (base fuel) dari Pertamina Patra Niaga melalui skema business to business (B2B).

Selain isu pasokan, Shell Indonesia juga mengumumkan rencana pengalihan kepemilikan seluruh jaringan SPBU mereka di Indonesia kepada perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Proses pengalihan ini diharapkan selesai pada tahun 2026. Namun, Shell memastikan bahwa merek dan produk BBM Shell akan tetap tersedia di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, sehingga tidak akan menarik bisnis BBM dari Tanah Air.