
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah membeberkan sejumlah strategi kunci untuk menjamin kelancaran operasional penyeberangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Direktur Utama ASDP Heru Widodo menekankan bahwa seluruh perencanaan telah dirancang matang, memprioritaskan kesiapan armada, pelabuhan, dan sistem digitalisasi.
Salah satu kunci utama adalah digitalisasi tiket melalui aplikasi dan situs resmi Ferizy, yang memungkinkan pengguna jasa membeli tiket secara daring kapan saja dan dari mana saja, tanpa perlu mengantre di pelabuhan. Masyarakat diimbau untuk memesan tiket jauh hari dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera. Transformasi digital ini terbukti meningkatkan kepercayaan masyarakat, dengan jumlah pengguna Ferizy melonjak 24,7 persen dari 2,59 juta pada Oktober 2024 menjadi 3,23 juta pada Agustus 2025. ASDP berkomitmen untuk memperluas digitalisasi di seluruh wilayah operasi.
Persiapan Nataru 2025/2026 dilakukan secara menyeluruh di empat cabang utama ASDP, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menambahkan bahwa optimalisasi dermaga dan koordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan. Di lintasan Merak-Bakauheni, sebanyak 67 kapal disiapkan untuk beroperasi, dengan 28 kapal beroperasi dalam kondisi normal dan dapat ditingkatkan hingga 33 kapal saat puncak arus. Pelabuhan Merak memiliki tujuh dermaga aktif, sementara Pelabuhan Bakauheni dapat menampung hingga 7.000 kendaraan kecil per hari. Untuk mengantisipasi kepadatan ekstrem di Bakauheni, ASDP menyiapkan skenario sistem tunda (delaying system) di titik-titik buffer zone yang telah ditentukan, serta pelabuhan alternatif seperti Wika Beton, BBJ (Muara Pilu), dan Sumur Makmur Abadi.
Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Cabang Ketapang menyiapkan tiga skenario operasi kapal (normal, padat, dan sangat padat) dengan total 54 unit kapal feri yang dipersiapkan. Pada pola sangat padat, 32 kapal akan dioperasikan dengan kapasitas 14.864 kendaraan per hari. Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk memiliki kapasitas sekitar 2.370 kendaraan kecil, didukung delapan dermaga dan dua titik buffer zone yang akan ditambah sesuai kebutuhan. Angkutan barang menuju Pelabuhan Lembar akan dialihkan melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk mengurangi kepadatan di Ketapang.
Direktur Operasi & Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyatakan bahwa digitalisasi tiket melalui Ferizy menjadi kunci untuk manajemen arus sejak keberangkatan dari rumah, bukan saat kendaraan tiba di pelabuhan, sehingga menjaga kelancaran dan keselamatan. ASDP juga memperkuat koordinasi lintas lembaga dengan Dishub, KSOP, BPTD, GAPASDAP, INFA, hingga BMKG.
Puncak pergerakan arus mudik Nataru diprediksi terjadi pada 21–23 Desember 2025 dan kembali meningkat pada 28–29 Desember 2025. Sementara itu, arus balik tertinggi diperkirakan pada 1–2 Januari 2026.
Sebagai dukungan terhadap program stimulus pemerintah untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, ASDP juga memberikan diskon tarif hingga 19 persen dari total tarif bagi 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan selama periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Kebijakan diskon ini berdasar pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 10/DI-BP/X/2025.