
Pemerintah Indonesia telah mengkaji penerbitan instrumen investasi Surat Utang Negara (SUN) ritel khusus bagi diaspora Indonesia yang dikenal sebagai Diaspora Bond. Rencana awal penerbitan ini sempat dijadwalkan pada November 2020, bertujuan untuk menjaring partisipasi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri serta Warga Negara Asing (WNA) keturunan Indonesia dalam pembangunan nasional.
Untuk dapat membeli Diaspora Bond, persyaratan utama yang harus dimiliki calon investor adalah Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN). KMILN ini diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri dan dapat diperoleh secara daring tanpa biaya, dengan masa berlaku dua tahun. Selain KMILN, calon investor juga memerlukan rekening tabungan di Indonesia, serta harus membuat Single Investor Identification (SID) dan rekening surat berharga di Indonesia melalui sistem pemesanan online. Bagi diaspora yang sudah memiliki SID, cukup melakukan pembaruan data dengan memasukkan nomor ID KMILN pada platform mitra distribusi resmi.
Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah menjelaskan bahwa Diaspora Bond merupakan instrumen investasi SUN ritel berbasis daring atau e-SBN. Setelah berhasil mendaftar dan memenuhi persyaratan, calon investor dapat langsung melakukan pemesanan melalui sistem elektronik mitra distribusi. Penting bagi calon investor untuk membaca memorandum informasi yang berisi ketentuan lengkap. Setelah pemesanan berhasil diverifikasi, investor akan menerima kode pembayaran (billing code) melalui sistem elektronik mitra distribusi atau email. Pembayaran dapat dilakukan melalui bank, kantor pos, atau lembaga persepsi, yang sebagian besar hanya bisa menggunakan denominasi rupiah, karena Diaspora Bond direncanakan dalam denominasi rupiah. Setelah pembayaran, investor akan mendapatkan nomor transaksi penerimaan negara (NTPN) dan notifikasi pesanan selesai.
Beberapa bank dan perusahaan teknologi finansial (fintech) serta perusahaan efek telah disebut sebagai mitra distribusi yang digandeng pemerintah. Sebagai contoh, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menawarkan solusi perbankan diaspora yang mencakup pilihan investasi alternatif untuk diaspora yang ingin berinvestasi di dalam negeri, termasuk pada Surat Berharga Negara (SBN), deposito, pasar uang, dan reksa dana yang dapat diakses melalui aplikasi Wondr by BNI.
Meskipun rencana awal penerbitan Diaspora Bond disebutkan pada November 2020, informasi mengenai penerbitan spesifik "Surat Utang Diaspora" pada November 2025 tidak secara eksplisit ditemukan dalam data terbaru. Namun, pemerintah secara umum terus aktif dalam penerbitan Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai contoh, Kementerian Keuangan telah melakukan lelang Surat Utang Negara pada 18 November 2025, dengan target indikatif sebesar Rp 23 triliun. Lelang ini menawarkan sembilan seri SUN dengan tingkat kupon bervariasi dan dilelang dengan nominal per unit Rp 1 juta. Bank Indonesia juga terus melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebagai bentuk sinergi kebijakan moneter dan fiskal, dengan total pembelian mencapai Rp 289,91 triliun hingga 18 November 2025. Pergerakan pasar SUN domestik pada akhir Oktober 2025 juga menunjukkan adanya sentimen jual akibat sinyal hawkish dari Federal Reserve, mempengaruhi imbal hasil SUN di berbagai tenor.