
ASTRA Infra tengah gencar membeberkan strategi komprehensifnya dalam upaya memangkas emisi gas rumah kaca hingga 30% di ruas-ruas jalan tol yang dikelolanya. Komitmen ini merupakan bagian integral dari Astra 2030 Sustainability Aspirations, sebuah peta jalan dekarbonisasi yang lebih luas dari grup Astra. Target pengurangan emisi 30% ini berlandaskan pada baseline emisi Gas Rumah Kaca (GRK) scope 1 dan 2 tahun 2019.
Firman Yosafat Siregar, Group Chief Executive Officer ASTRA Infra, menyatakan bahwa program ini diinisiasi sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjadi perusahaan berkelanjutan. Berbagai inisiatif telah diluncurkan dan diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu program unggulan adalah "ASTRA Infra Mini Forest" atau program penanaman pohon, yang berfokus pada penanaman jenis pohon dengan daya serap karbon tinggi di area operasional jalan tol, termasuk kantor, ruas jalan, dan interchange. Hingga tahun 2023, ASTRA Infra telah menanam sebanyak 247.313 pohon di berbagai wilayah sekitar area kerjanya. Program ini sejalan dengan Petunjuk Teknis Penanaman Spesies Pohon Penyerap Polutan Udara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 05/PRT/M/2012.
Selain penanaman pohon, ASTRA Infra juga mengimplementasikan pengelolaan energi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dilakukan melalui penggunaan energi baru terbarukan, pemanfaatan renewable energy certificate, serta pemasangan panel surya (solar PV) dan penggunaan biofuel. Pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN juga berkontribusi pada penurunan emisi sejalan dengan Aspirasi Keberlanjutan Astra 2030. Upaya ini mencakup inisiatif pengelolaan energi dan efisiensi energi di seluruh operasional.
Secara akumulasi, hingga tahun 2023, ASTRA Infra menunjukkan kemajuan signifikan. Sebagai bagian dari Grup Astra, ada target 14 persen penurunan emisi gas rumah kaca pada akhir 2024 melalui usaha-usaha seperti penggunaan energi baru terbarukan, pemanfaatan REC, penggunaan panel surya, dan program penanaman pohon. Grup Astra sendiri berhasil mencapai pengurangan emisi sebesar 17,41% pada tahun 2024.
Komitmen ini merupakan bagian dari tujuh inisiatif ESG (Environmental, Social, and Governance) ASTRA Infra yang lebih luas, meliputi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca, Pengelolaan Energi, Pengelolaan Air, Pengelolaan Sampah, Kesehatan & Keselamatan Karyawan, Pengembangan Masyarakat, dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. ASTRA Infra mengoperasikan sekitar 396 kilometer jalan tol, yang setara dengan 30% panjang jalan tol Trans Jawa. Ruas-ruas tol yang berada di bawah pengelolaan ASTRA Infra mencakup Cikopo-Palimanan, Tangerang-Merak, Kunciran-Serpong, Jombang-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto, Semarang-Solo, dan Pandaan-Malang. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan ASTRA Infra dalam mendukung transisi menuju infrastruktur jalan tol yang lebih berkelanjutan di Indonesia.