
Integrasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) sejak September 2021 bertujuan utama untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal kepada pelaku usaha ultra mikro dan menurunkan beban bunga pinjaman. Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, potensi penurunan bunga pinjaman di Pegadaian dapat mencapai dari 14,2% menjadi 13% setelah bergabung dalam Holding UMi. Sementara itu, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi sebelumnya juga menyatakan bahwa PNM berpotensi menurunkan bunga pinjamannya yang semula sekitar 25% karena biaya operasional yang tinggi untuk pembinaan nasabah.
Penurunan bunga ini dimungkinkan melalui efisiensi biaya dana (cost of fund) dan operasional setelah ketiga entitas bersinergi. Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto pada Oktober 2021 menyebutkan bahwa beban bunga Pegadaian diperkirakan turun dari 6,21% menjadi 5,24%, dan PNM dari 8,89% menjadi 8,21% setelah terbentuknya holding. Pada awal pembentukan holding, Sunarso memperkirakan bunga pinjaman PNM dapat turun sekitar 3%, sedangkan Pegadaian sekitar 1,5%.
Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI-Rate, Holding Ultra Mikro memastikan tidak akan menaikkan suku bunga kredit bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro, termasuk nasabah PNM Mekaar. Direktur Bisnis Mikro Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Supari menjelaskan bahwa dampak kenaikan BI Rate sebesar 25 bps tidak akan terlalu signifikan terhadap nasabah ultra mikro karena nominal pinjaman yang kecil dan dapat ditutupi melalui upaya efisiensi operasional dan digitalisasi.
Bahkan, PNM mempertimbangkan untuk menurunkan bunga bagi nasabah yang disiplin dalam pembayaran dan menunjukkan pengembangan usaha. Untuk pinjaman PNM Mekaar, suku bunga yang berlaku saat ini berkisar antara 4-7% per tahun untuk pinjaman mulai dari Rp 2 juta.
Untuk Pegadaian, berdasarkan informasi terbaru hingga Oktober 2025, produk Gadai Emas Konvensional memiliki "sewa modal" (biaya setara bunga) mulai dari 1,1% – 1,2% per 15 hari. Sedangkan untuk Gadai BPKB (Kreasi), bunga yang berlaku sekitar 0,9% – 1,2% per bulan.
Namun, Direktur Utama BRI Sunarso juga mengakui adanya tantangan dalam menekan bunga pinjaman ultra mikro serendah-rendahnya. Biaya operasional seperti gaji karyawan untuk melayani, membina, dan mendampingi nasabah dapat mencapai sekitar 10%, ditambah pencadangan untuk kredit macet sekitar 3%, sehingga total biaya bisa mencapai 13% sebelum margin. Oleh karena itu, penurunan bunga lebih lanjut mungkin membutuhkan intervensi subsidi pemerintah.
Holding UMi terbukti berhasil memperluas akses layanan keuangan formal kepada masyarakat. Per September 2023, jumlah debitur holding telah mencapai 36,6 juta, meningkat 22% dari posisi September 2021. Total outstanding kredit holding ultra mikro mencapai Rp 590,7 triliun pada akhir September 2023. Sejak pembentukannya, lebih dari 620.000 nasabah pinjaman PNM Mekaar telah berhasil "naik kelas" ke pinjaman BRI dan Pegadaian per Juli 2023, menunjukkan dampak positif holding dalam meningkatkan kapabilitas bisnis nasabah.