Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peter Schiff Runtuhkan Mitos Bitcoin Penangkal Inflasi AS

2025-11-28 | 15:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T08:21:38Z
Ruang Iklan

Peter Schiff Runtuhkan Mitos Bitcoin Penangkal Inflasi AS

Peter Schiff, seorang kritikus Bitcoin dan advokat emas terkemuka, kembali menegaskan bahwa Bitcoin bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi inflasi di Amerika Serikat. Schiff berpendapat bahwa aset kripto tersebut lebih menyerupai skema piramida terdesentralisasi dan sumber ketidakstabilan ekonomi, daripada aset penyimpan nilai yang andal di tengah kenaikan harga.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Schiff menyoroti bahwa pola perdagangan Bitcoin tidak mendukung klaimnya sebagai lindung nilai inflasi, karena masih menunjukkan perilaku yang mirip dengan saham teknologi daripada emas. Ia juga menyebutkan bahwa kenaikan harga Bitcoin lebih banyak didorong oleh spekulasi investor dan perkembangan makroekonomi, bukan oleh sifat moneter intrinsiknya. Schiff secara konsisten menyarankan investor yang khawatir akan inflasi untuk beralih ke emas, yang menurutnya memiliki stabilitas yang diperlukan sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Schiff juga secara khusus mengkritik model bisnis perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset utama dalam neraca mereka, seperti MicroStrategy. Ia menilai model tersebut tidak berkelanjutan dan kekurangan bisnis riil, dengan menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan ini tidak akan mampu bertahan dari tekanan pasar karena tidak memiliki bisnis yang sebenarnya. Menurut Schiff, volatilitas harga Bitcoin melemahkan institusi yang neracanya sepenuhnya berbasis pada BTC. Ia bahkan memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan yang mengadopsi strategi ini pada akhirnya akan mengalami kebangkrutan karena bisnis mereka bergantung sepenuhnya pada antusiasme spekulatif, bukan pada mesin pendapatan yang layak.

Mengenai kondisi ekonomi AS, Schiff menyalahkan kebijakan fiskal dan moneter yang longgar selama bertahun-tahun sebagai akar masalah inflasi. Ia berpendapat bahwa defisit besar dan kebijakan tarif, seperti yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, memperburuk masalah inflasi. Schiff memprediksi bahwa AS akan mengalami stagflasi, dengan resesi dan inflasi yang jauh lebih tinggi terjadi secara bersamaan, sehingga mempersulit kemampuan Federal Reserve untuk menangani masalah tersebut. Ia bahkan memperingatkan bahwa AS berada di jalur menuju "inflasi yang tak terkendali" yang bisa berkembang menjadi hiperinflasi.

Dalam pandangannya, kenaikan harga Bitcoin yang terjadi beberapa waktu lalu lebih mencerminkan kelemahan dolar AS daripada kekuatan intrinsik Bitcoin itu sendiri. Ia menyebut Bitcoin sebagai "skema Ponzi" yang dibangun di atas dasar yang rapuh. Baru-baru ini, Bitcoin mengalami penurunan signifikan lebih dari 33% dari puncaknya di bulan Oktober sebesar $126.000 menjadi sekitar $84.000 pada 21 November 2025. Penurunan ini menghapus semua keuntungan Bitcoin di tahun 2025 dan disertai dengan arus keluar dana ETF Bitcoin yang mencapai rekor $3,79 miliar pada November 2025. Schiff menafsirkan pergerakan pasar ini sebagai bukti lebih lanjut bahwa Bitcoin bukanlah aset yang aman. Ia juga meragukan kemungkinan pemerintah AS akan melakukan intervensi untuk menyelamatkan Bitcoin, menyebutnya sebagai "penyelamatan yang didanai pembayar pajak" bagi para spekulan kripto dan sangat tidak mungkin terjadi.