:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182875/original/042479600_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_4.jpg)
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten yang bergerak di bidang pengolahan dan pencucian sarang burung walet serta perdagangan produk kesehatan, menargetkan perolehan dana segar hingga Rp105 miliar melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 625 juta saham kepada publik, yang setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran saham ditetapkan dalam kisaran Rp150 hingga Rp168 per saham.
Masa penawaran awal (book building) IPO RLCO telah berlangsung pada 24-26 November 2025. Setelah itu, tanggal efektif diperkirakan pada 28 November 2025. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 2-4 Desember 2025, dengan tanggal penjatahan pada 4 Desember 2025. Distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 5 Desember 2025, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 8 Desember 2025. Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan mayoritas untuk modal kerja. Sekitar 56,33% dari dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku sarang burung walet oleh RLCO. Sisa 43,67% akan disetorkan sebagai penyertaan modal kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia, juga untuk keperluan pembelian bahan baku sarang burung walet. Manajemen RLCO menyatakan bahwa penggunaan dana ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas operasional dan produktivitas pabrik yang saat ini belum optimal, diharapkan akan mendorong pertumbuhan pendapatan perseroan.
RLCO telah bertransformasi dari eksportir sarang burung walet mentah menjadi produsen produk kesehatan konsumen berbasis protein melalui entitas anak. Portofolio usaha perseroan kini mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, serta inovasi nutrisi berbasis protein lainnya. Perusahaan ini membidik segmen konsumen kelas menengah ke atas yang terus tumbuh. Hingga 31 Mei 2025, aset RLCO tercatat mencapai Rp685,77 miliar. Laba tahun berjalan perseroan juga menunjukkan peningkatan signifikan, melonjak 579,40% menjadi Rp12,38 miliar per 31 Mei 2025, dibandingkan Rp1,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam jajaran pengurus RLCO, terdapat nama Achmad Baiquni, mantan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. Achmad Baiquni memiliki rekam jejak panjang di sektor perbankan dan juga pernah menjabat sebagai komisaris independen di PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).