Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Batang Unggul: KIB Jadi Sentra Hilirisasi dan Pendorong Ekonomi Kawasan

2025-11-30 | 09:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T02:19:08Z
Ruang Iklan

Batang Unggul: KIB Jadi Sentra Hilirisasi dan Pendorong Ekonomi Kawasan

PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang kini berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang sejak Maret 2025, telah mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak hilirisasi dan ekonomi regional yang signifikan. Kawasan seluas 2.886,7 hektare ini dirancang sebagai pusat pertumbuhan industri baru berbasis hilirisasi, dengan fokus utama pada produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata, menjadikannya salah satu KEK terlengkap di Indonesia.

Pengembangan KITB mencakup industri strategis seperti diesel nabati, panel surya, komponen kendaraan listrik, dry port, serta kawasan komersial dan perhotelan, yang seluruhnya ditopang oleh infrastruktur utama seperti jalan tol, jalur kereta super dry port, dan pelabuhan. Pada Juli 2024, Presiden Joko Widodo meresmikan operasional KITB, menandai beroperasinya berbagai investor di kawasan tersebut. Pembangunan Dermaga Multipurpose Batang Tahap 1 sendiri ditargetkan selesai pada awal 2025 untuk mendukung bongkar muat komoditas dan logistik.

Hingga November 2025, KITB telah menarik 34 investor dengan komitmen investasi sebesar Rp 22 triliun. Kawasan ini diproyeksikan menarik tambahan investasi sebesar Rp 75,8 triliun dalam lima tahun ke depan. Secara lebih rinci, hingga Juli 2024, sebanyak 18 perusahaan telah masuk dengan total investasi mencapai lebih dari Rp 14 triliun, menciptakan 19.000 lapangan kerja. Angka ini terus meningkat, di mana pada Desember 2024, 28 perusahaan berkomitmen membangun pabrik dengan total nilai investasi Rp 18,7 triliun. Bahkan, Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan, menyebutkan bahwa fase 1 KITB seluas 450 hektare telah habis terjual kepada investor, dengan perkiraan total investasi mencapai Rp 165 triliun.

Investor yang masuk berasal dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Taiwan, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Beberapa perusahaan yang mulai membangun pabrik di KIT Batang antara lain Cosmos Ink (Korea Selatan) di industri tinta, KCC Glass (Korea Selatan) di industri kaca, Wavin Orbia (Belanda) di industri pipa, Window Shutters (Inggris) di industri frame jendela, dan Yih Quan (Taiwan) di industri alas kaki. PT Yih Quan Footwear Indonesia bahkan telah melakukan ekspor perdana 16 ribu pasang sepatu merek Hoka ke Amerika Serikat dari KIT Batang.

Pemerintah Tiongkok melalui program Twin Country Two Parks akan menanamkan modal sebesar Rp 36,4 triliun untuk 16 proyek di KIT Batang. Proyek-proyek ini mencakup sektor strategis seperti industri baja satu juta ton, pengolahan daging dan produk kelautan, perdagangan nikel dan besi, pusat riset dan pengembangan tekstil high-end, serta industri teh dan melati. Investasi ini diproyeksikan menciptakan hingga 100.000 lapangan kerja.

Terbaru, pada November 2024, dua perusahaan asal Tiongkok, PT Sumber Sukses Machinery (SSM) dan PT Xian Jian Indonesia (NCH), berkomitmen berinvestasi lebih dari Rp 900 miliar. PT SSM akan menginvestasikan Rp 200 miliar untuk fabrikasi dan manufaktur konstruksi baja, sementara PT NCH menginvestasikan Rp 700 miliar untuk produksi bahan baku sepatu. Kedua investasi ini diharapkan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru, dengan PT SSM memproyeksikan penyerapan 790 tenaga kerja lokal dan PT NCH 2.000 tenaga kerja lokal. Selain itu, Wanxinda Group juga berencana berinvestasi Rp 1 triliun di KIT Batang. LG asal Korea Selatan juga akan membangun pabrik katoda sebagai bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan ini.

KITB diproyeksikan akan menciptakan lebih dari 58.000 lapangan kerja baru dan hingga 250.000 tenaga kerja pada kapasitas penuh, dengan perkiraan 39.000 karyawan akan bekerja pada 2029 dari 28 perusahaan yang berkomitmen. Keberhasilan KITB dalam menjadi motor hilirisasi dan ekonomi regional ini juga mendapatkan pengakuan, salah satunya dengan diraihnya penghargaan detikcom Awards 2025 dalam kategori "Perusahaan Penggerak Hilirisasi dan Ekonomi Regional". Pemerintah Kabupaten Batang sendiri optimistis pembangunan KITB akan membawa dampak positif signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).