Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Anak Usaha Energi Targetkan 25,5 Juta Barel Produksi Migas

2025-11-27 | 03:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T20:49:41Z
Ruang Iklan

Anak Usaha Energi Targetkan 25,5 Juta Barel Produksi Migas

Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, memproyeksikan lifting minyak dan gas (migas) akan mencapai 25,5 juta barel selama periode November-Desember 2025. Proyeksi peningkatan lifting ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y. Nasroen, menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, Subholding Upstream Pertamina mencatat produksi minyak sebesar 556.000 barel per hari (BOPD) dan produksi gas mencapai 2.762 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Untuk menunjang proyeksi lifting tersebut, infrastruktur distribusi telah dipersiapkan, termasuk penyaluran migas melalui 113 kargo kapal serta 104 pengiriman via jaringan pipa dan truk ke berbagai fasilitas penerima. Pemenuhan minyak mentah dan kondensat akan dilaksanakan melalui 22 titik serah via kapal dan 14 titik serah melalui pipa dan truk, yang keseluruhannya dipastikan siap beroperasi.

PHE juga menegaskan komitmennya terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan memperkuat mitigasi risiko dan menyiagakan personel di seluruh wilayah operasi. Koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, kilang, dan konsumen terus dilakukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan energi nasional.

Secara nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan lifting minyak bumi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 berada di kisaran 600.000 hingga 610.000 barel per hari (bph), serta lifting gas bumi antara 5.338 hingga 5.695 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau setara 953.000 hingga 1.017.000 barel oil per day equivalent (boepd). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sendiri memproyeksikan lifting migas nasional pada 2026 dapat mencapai 1.553-1.627 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Untuk tahun 2025, SKK Migas menargetkan lifting migas sebesar 1,61 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), yang terdiri dari 605 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan gas 1,01 juta BOEPD. Namun, realisasi lifting minyak bumi per Juni 2025 masih tercatat 578.000 barel per hari, sedikit di bawah target APBN 2025. SKK Migas optimistis bahwa 15 proyek hulu migas akan beroperasi (onstream) pada tahun 2025 untuk mendukung pencapaian target produksi.

Produksi migas PHE hingga semester I tahun 2025 tercatat sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), meliputi produksi minyak 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.798 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Meskipun PHE memproyeksikan produksi minyak akan tumbuh menjadi 559 ribu barel per hari pada akhir 2025, produksi gas diperkirakan mengalami sedikit penurunan. Tantangan utama yang dihadapi di sektor hulu migas adalah tingkat penurunan produksi alamiah (decline rate) yang cukup tinggi, mencapai minus 22% untuk minyak dan minus 16% untuk gas.

Indonesian Petroleum Association (IPA) menekankan pentingnya masifikasi kegiatan eksplorasi dan insentif dari pemerintah sebagai kunci untuk mencapai target lifting minyak satu juta barel per hari.