Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahayu Saraswati Masuk TRIN: Berapa Nilai Akuisisi Sahamnya?

2026-01-09 | 15:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T08:54:49Z
Ruang Iklan

Rahayu Saraswati Masuk TRIN: Berapa Nilai Akuisisi Sahamnya?

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 dan keponakan Presiden Prabowo Subianto, secara resmi menguasai 5 persen saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) senilai Rp 45,5 miliar. Akuisisi ini terlaksana pada 16 Desember 2025 melalui pasar negosiasi, dengan harga Rp 200 per saham, jauh di bawah harga pasar TRIN yang saat itu mencapai Rp 1.525 per saham. Transaksi strategis ini merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 2 Desember 2025 dan menempatkan Saraswati sebagai Komisaris Utama perusahaan properti tersebut sejak 2 Desember 2025.

Pembelian saham dilakukan melalui dua entitas, yaitu PT Raksaka Satya Devya yang mengakuisisi 182.058.294 lembar saham atau 4 persen kepemilikan, dan PT Rada Saraswati Surya dengan 45.514.573 lembar saham atau 1 persen kepemilikan. Total kepemilikan Saraswati mencapai 227,5 juta lembar saham atau 5 persen dari modal disetor TRIN. Manajemen TRIN mengindikasikan bahwa Saraswati berencana untuk meningkatkan porsi kepemilikannya secara bertahap hingga mencapai 20 persen.

Langkah ini menandai masuknya Rahayu Saraswati sebagai investor strategis dan dinilai berpotensi mempercepat transformasi bisnis TRIN. Ishak Candra, Direktur Utama TRIN, menyatakan kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan proyek dan membuka peluang pengembangan usaha baru. Perusahaan, yang dikenal dengan merek Triniti Land, berencana untuk fokus pada pengembangan rumah tapak, perluasan proyek logistik, pembangunan pusat data (data center), serta pengembangan ruang hidup berkelanjutan.

PT Perintis Triniti Properti Tbk, didirikan pada tahun 2009, telah mengembangkan berbagai proyek properti, termasuk Sequoia Hills, Collins Boulevard, dan Marc's Boulevard Superblock di Batam. Meskipun mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 133,9 miliar pada tahun 2024, meningkat dari Rp 90,2 miliar pada tahun 2023, perusahaan menunjukkan pembalikan rugi menjadi laba bersih Rp 28,48 miliar pada kuartal III-2025. Perusahaan juga berhasil melampaui target pra-penjualan pada tahun 2024, mencapai Rp 1,89 triliun.

Sentimen pasar terhadap TRIN menunjukkan respons positif pasca pengumuman keterlibatan Rahayu Saraswati, dengan harga saham yang sempat melejit lebih dari 1.200 persen dalam tiga bulan terakhir. Namun, analis mengingatkan bahwa kenaikan ini sebagian besar didorong oleh ekspektasi dan sentimen non-fundamental. Akuisisi saham dengan harga diskon signifikan menjadi sorotan, memicu pertanyaan mengenai valuasi dan keuntungan strategis yang diberikan kepada investor baru.

Meskipun TRIN menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan saat ini, kehadiran tokoh dengan latar belakang politik seperti Rahayu Saraswati seringkali menarik perhatian dan memunculkan diskusi mengenai transparansi dan potensi konflik kepentingan dalam dunia korporasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara reguler mendorong penguatan kebijakan tata kelola dan keterbukaan informasi untuk menjaga kredibilitas pasar modal. Implikasi jangka panjang dari kepemilikan strategis ini terhadap struktur tata kelola perusahaan, arah bisnis, dan kinerja saham TRIN akan terus dipantau oleh para investor dan regulator.