
Pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif serius menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan mempercepat serta memastikan kesiapan ruas-ruas fungsional pada Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta. Peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, bersama jajaran Direksi PT Jasa Marga, Kakorlantas Polri, dan Direktur Utama Jasa Raharja pada Jumat, 23 Januari 2026, menegaskan komitmen pemerintah dalam menanggulangi lonjakan pergerakan masyarakat. Evaluasi difokuskan pada Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 (ruas Bawen-Ambarawa) dan ruas Prambanan-Purwomartani pada Tol Solo-Yogyakarta, yang diproyeksikan berperan krusial sebagai jalur alternatif bagi pemudik.
Tol Yogyakarta-Bawen, sebagai bagian integral dari jaringan jalan strategis nasional, menunjukkan progres konstruksi fisik sebesar 88 persen secara keseluruhan per Januari 2026. Secara spesifik, Seksi 6 yang menghubungkan Bawen dan Ambarawa sepanjang 4,98 kilometer telah mencapai progres 90 persen dan menjadi prioritas utama untuk dapat dioperasikan secara fungsional selama periode Lebaran 2026. Sementara itu, Seksi 1 yang menghubungkan Yogyakarta dengan Banyurejo, sepanjang 8,8 kilometer, mencapai 83 persen penyelesaian pada Oktober 2025, dengan target rampung pada tahun 2026. PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) menargetkan kedua seksi ini, yaitu Seksi 1 dan Seksi 6, dapat beroperasi penuh pada tahun yang sama. Infrastruktur ini tidak hanya dirancang untuk mengurangi waktu tempuh Yogyakarta-Semarang menjadi sekitar satu jam setelah beroperasi penuh, tetapi juga diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan Jawa Tengah bagian tengah melalui peningkatan konektivitas.
Untuk Jalan Tol Solo-Yogyakarta, ruas Prambanan-Purwomartani menjadi fokus utama kesiapan fungsional. Per Januari 2026, progres konstruksi di ruas ini telah mencapai 95 persen, meningkat signifikan dari 78,90 persen pada Juli 2025. Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, sebelumnya menyatakan bahwa pembebasan lahan untuk segmen ini telah mencapai 99,50 persen. Segmen Klaten-Prambanan, yang sebelumnya telah difungsionalkan tanpa tarif pada libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dan melayani sekitar 291.000 kendaraan, kini telah ditutup untuk melanjutkan penyelesaian konstruksi hingga dapat dioperasikan secara penuh. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menargetkan Jalan Tol Solo-Yogyakarta dapat beroperasi secara bertahap hingga Gerbang Tol Kalasan pada tahun 2026. Kehadiran ruas tol fungsional ini akan membuka akses baru dan menjadi alternatif vital untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Tol Solo-Semarang serta jaringan jalan arteri yang kerap padat saat puncak arus mudik.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang ditekankan oleh Kementerian Perhubungan. Aan Suhanan menegaskan bahwa operasional fungsional hanya akan diberlakukan jika standar minimal keselamatan telah terpenuhi, termasuk rambu lalu lintas yang jelas, pengaturan arus yang matang, dan penerangan yang memadai. Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at juga telah melakukan peninjauan di exit tol fungsional Purwomartani untuk memastikan kesiapan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam Operasi Ketupat 2026. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak bagi distribusi logistik, industri kreatif, dan pariwisata di koridor Yogyakarta-Solo, memperkuat simpul pertumbuhan ekonomi regional yang telah lama dinantikan.