Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

PLN Aliri Listrik 15.000 Hunian Darurat Korban Bencana Sumatera

2026-01-04 | 00:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T17:55:22Z
Ruang Iklan

PLN Aliri Listrik 15.000 Hunian Darurat Korban Bencana Sumatera

PT PLN (Persero) memastikan penyediaan listrik untuk 15.000 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini menjadi bagian krusial dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Proses penyambungan listrik ini bertujuan memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian dengan fasilitas dasar yang layak, menunjang aktivitas sehari-hari dan proses belajar anak-anak.

Kebutuhan akan 15.000 unit huntara ini muncul setelah banjir bandang dan longsor skala besar yang menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan permukiman di sejumlah kabupaten. Di Aceh Tamiang, misalnya, 600 unit huntara dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026, dengan seluruh jaringan listrik telah tersambung dan siap beroperasi. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN untuk mendukung penuh program ini, memastikan setiap unit huntara yang selesai dibangun akan langsung dialiri listrik yang aman dan andal. "Kehadiran listrik yang prima di Huntara diharapkan membuat anak-anak bisa kembali belajar dan keluarga menjalani aktivitas dengan lebih layak," ujar Darmawan.

Target pembangunan 15.000 huntara secara nasional diproyeksikan rampung dalam waktu tiga bulan sejak akhir Desember 2025, melibatkan sinergi antara Pemerintah, Danantara Indonesia, berbagai kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengapresiasi kecepatan progres pembangunan huntara beserta infrastruktur pendukungnya, menilai kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan hasil nyata dalam waktu singkat. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan huntara bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi serta sosial masyarakat terdampak. Rosan menambahkan, hunian ini akan dilengkapi fasilitas dasar seperti sanitasi air bersih, rumah ibadah, dan jaringan Wi-Fi, selain listrik.

Meskipun progres pemulihan menunjukkan tren positif, tantangan masih dihadapi. Sebulan pascabencana, pada awal Januari 2026, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengakui bahwa pemulihan sistem kelistrikan di beberapa wilayah Aceh, seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, belum mencapai 100 persen. Kendala utama terletak pada keterbatasan akses darat untuk mengangkut material kelistrikan, memaksa PLN menggunakan jalur udara, termasuk Hercules, untuk evakuasi tiang listrik. Di sisi lain, PLN telah berhasil memulihkan 99,8 persen jaringan listrik di Sumatera Barat per awal Desember 2025 dan 100 persen di Kabupaten Agam pada 5 Desember 2025, berkat kerja sama dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, dan pemangku kepentingan lainnya. Kondisi medan yang sulit dan akses yang terputus menjadi faktor penghambat signifikan.

Implikasi jangka panjang dari penyediaan listrik di huntara ini melampaui sekadar penerangan. Listrik menjadi fondasi bagi keberlanjutan pendidikan, aktivitas ekonomi rumahan, dan pemulihan psikososial melalui kegiatan komunitas. Ini mencerminkan pemahaman bahwa pemulihan pascabencana menuntut pendekatan holistik yang mencakup kebutuhan fisik dan mental masyarakat. Dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan, hunian sementara ini diharapkan dapat memfasilitasi transisi yang lebih mulus menuju kehidupan normal dan permanen bagi ribuan keluarga di Sumatera.