Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

OJK: Pasar Saham Jadi Motor Penggerak Ekonomi RI, Sumbang 72% PDB di 2025

2026-01-03 | 05:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T22:51:36Z
Ruang Iklan

OJK: Pasar Saham Jadi Motor Penggerak Ekonomi RI, Sumbang 72% PDB di 2025

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kontribusi pasar saham Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 72% pada akhir tahun 2025, meningkat signifikan dari 56% pada tahun sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam pembukaan perdagangan saham perdana 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Kenaikan ini menandai momentum positif bagi pasar modal domestik, meskipun Mahendra mengakui angka tersebut masih di bawah beberapa negara di kawasan.

Pencapaian rasio 72% ini merefleksikan penguatan kinerja pasar modal sepanjang 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 22,13% sepanjang tahun lalu, ditutup pada level 8.646,94. Selain itu, porsi transaksi investor ritel melonjak dari 38% pada akhir 2024 menjadi sekitar 50% pada 2025, dengan mayoritas investor ritel berusia di bawah 40 tahun, mencakup lebih dari 70% dari total Single Investor Identification (SID) yang mencapai 20,2 juta. Rata-rata nilai transaksi harian juga menunjukkan peningkatan, mencapai Rp 18,1 triliun pada 2025, naik dari Rp 12,9 triliun pada 2024. Meskipun demikian, Mahendra menyoroti indeks LQ45, yang berisi saham-saham unggulan, hanya tumbuh 2,41% sepanjang 2025, jauh di bawah kenaikan IHSG, menunjukkan perlunya perbaikan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Mahendra membandingkan kontribusi pasar saham Indonesia yang 72% ini dengan negara-negara regional lain seperti India (140%), Thailand (101%), dan Malaysia (97%), mengindikasikan bahwa ruang untuk pengembangan pasar modal Indonesia masih sangat luas. Dominasi investor ritel dalam transaksi pasar modal meningkatkan urgensi penguatan aspek perlindungan investor. OJK berkomitmen mencegah praktik transaksi tidak wajar, "goreng saham", dan manipulasi pasar lainnya melalui pengawasan ketat dan peningkatan transparansi informasi. Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan literasi dan edukasi pasar modal secara masif, terarah, dan berkualitas, dengan harapan investor, terutama generasi muda, memandang saham sebagai sumber pendanaan jangka menengah dan panjang, bukan sekadar sarana transaksi harian.

OJK telah menyusun Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 yang berfokus pada lima pilar utama, termasuk akselerasi pendalaman pasar, pengembangan keuangan berkelanjutan, penguatan peran pelaku industri, peningkatan perlindungan investor, dan penguatan layanan keuangan digital. Untuk 2026, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan menerapkan program strategis yang menekankan peningkatan integritas dan kedalaman pasar, melalui peningkatan kualitas perusahaan tercatat, perluasan basis investor, adopsi tata kelola terkini, dan penguatan manajemen risiko. Selain itu, OJK mendorong pasar modal untuk berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, termasuk percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional. Target ambisius Bursa Efek Indonesia untuk masuk dalam jajaran 10 bursa dunia dalam lima tahun ke depan, yang tertuang dalam Masterplan BEI 2026-2030, menunjukkan visi jangka panjang untuk menjadikan pasar modal sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.