
PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mengoperasikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan secara fungsional dan gratis untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Pembukaan fungsional ini akan mencakup ruas dari Gerbang Tol (GT) Sadang, Purwakarta, hingga GT Setu, Bekasi, dengan panjang sekitar 54,75 kilometer. Langkah ini bertujuan vital untuk mengurai kepadatan lalu lintas di ruas Tol Japek eksisting, khususnya pada titik rawan kemacetan KM 66, dan menandai kali pertama empat seksi Tol Japek II Selatan dioperasikan secara fungsional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan bahwa skema pengoperasian fungsional tanpa tarif ini merupakan bagian dari upaya persiapan infrastruktur dan pelayanan yang lebih baik, terutama mengingat periode Lebaran tahun sebelumnya ruas yang dibuka hanya dari GT Sadang sampai GT Bojongmangu sepanjang 31,25 kilometer. Dengan perpanjangan hingga GT Setu, pemudik kini dapat melintas langsung tanpa harus melewati kawasan industri. Jasa Marga juga berencana melengkapi jalur tersebut dengan fasilitas penerangan permanen untuk meningkatkan keamanan berkendara pada malam hari.
Pembangunan Tol Japek II Selatan yang memiliki total panjang 62 kilometer ini, menghubungkan Tol JORR di Jatiasih dengan Tol Purbaleunyi di Sadang. Proyek ini terbagi dalam tiga paket dan enam seksi pekerjaan pembangunan. Hingga akhir tahun lalu, progres konstruksi pada beberapa seksi utama proyek telah melampaui 90 persen, menunjukkan percepatan penyelesaian untuk mendukung kelancaran arus mudik 2026. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Helson Siagian, sebelumnya menargetkan Japek II Selatan dapat berfungsi pada periode Natal dan Tahun Baru serta Lebaran 2026 untuk mengurai kemacetan Jakarta-Bandung sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.
Keputusan pengoperasian fungsional gratis ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang kerap menerapkan diskon atau penggratisan tarif tol sementara pada periode libur panjang seperti Lebaran untuk mendistribusikan volume lalu lintas dan mengurangi penumpukan kendaraan. Jasa Marga tidak mengoperasikan Tol Japek II Selatan secara fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 karena kajian menunjukkan trafik lalu lintas tidak terlalu signifikan, sehingga difokuskan untuk Lebaran 2026.
Secara implikasi jangka panjang, pembukaan fungsional Tol Japek II Selatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi performa tol dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan. Evaluasi akan mencakup aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, penerangan jalan, hingga kenyamanan pengguna, sebagai bahan penilaian sebelum tol dioperasikan secara penuh dan komersial. Keberadaan ruas ini diharapkan berfungsi sebagai "penyelaras arus" untuk mengurangi beban lalu lintas di Tol Japek eksisting, yang seringkali menjadi bottleneck utama, khususnya di KM 66. Dengan demikian, distribusi kendaraan diharapkan menjadi lebih merata sehingga potensi kemacetan panjang saat puncak arus mudik dapat ditekan secara signifikan. Wilayah Bekasi, khususnya Gerbang Tol Setu, dipastikan memegang peran strategis dalam arus mudik Lebaran 2026 sebagai simpul penting penghubung Jakarta dengan wilayah selatan Jawa Barat dan jalur Trans Jawa. Meskipun gratis dan fungsional, pengguna jalan tetap diminta waspada karena sebagian area masih dalam tahap penyempurnaan konstruksi.