Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prabowo Luncurkan Megainvestasi RDMP Balikpapan Rp 123 Triliun

2026-01-12 | 09:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T02:03:27Z
Ruang Iklan

Prabowo Luncurkan Megainvestasi RDMP Balikpapan Rp 123 Triliun

Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin, 12 Januari 2026, secara resmi meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan senilai sekitar Rp 123 triliun di Kalimantan Timur, menandai langkah krusial Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak. Proyek strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan kilang Pertamina Balikpapan serta menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro V.

Modernisasi kilang terbesar di Indonesia ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, sebuah peningkatan substansial yang diproyeksikan mampu memenuhi sekitar seperempat kebutuhan BBM nasional. Selain itu, proyek ini juga akan meningkatkan produksi LPG hingga 336.000 ton per tahun dan propilena mencapai 300.000 ton per tahun, mendukung hilirisasi industri petrokimia di dalam negeri. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menekankan bahwa RDMP Balikpapan adalah fondasi penting penguatan sistem energi nasional, yang melalui pengembangan infrastruktur terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Proyek yang dimulai sejak 2019 ini, dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), telah melalui berbagai tahapan konstruksi yang kompleks, termasuk pembangunan 39 unit baru, terdiri dari 21 unit proses dan 13 unit utilitas, serta revitalisasi unit eksisting. Salah satu komponen kunci adalah Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang memungkinkan kilang memproduksi bahan bakar ramah lingkungan berkualitas tinggi sesuai standar Euro V. Pengerjaan proyek ini menghadapi tantangan signifikan, termasuk dampak pandemi COVID-19 dan gejolak geopolitik yang mempengaruhi rantai pasok global. Meski demikian, progress pembangunan terus berjalan, mencapai 96,80 persen hingga pekan ketiga Oktober 2025, dengan unit RFCC Complex memulai operasional awal pada November 2025.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan telah memberikan dampak berganda yang signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional. Selama masa puncak konstruksi, proyek ini menyerap sekitar 24.000 tenaga kerja, menciptakan multiplier effect yang menggerakkan sektor bisnis lokal seperti makanan, akomodasi, dan transportasi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Balikpapan pada 2024 tercatat mencapai Rp 214,11 juta, meningkat 6,22% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan proyek RDMP berkontribusi hampir 40% terhadap pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kota. Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menyatakan bahwa proyek ini akan menghemat impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun, sebuah kontribusi vital terhadap PDB nasional.

Implikasi jangka panjang dari beroperasinya RDMP Balikpapan mencakup penguatan fondasi ketahanan energi Indonesia, mendukung agenda pemerintah untuk swasembada energi, dan mendorong transformasi industri ke arah hilirisasi. Peningkatan kualitas produk BBM menjadi Euro V juga sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap standar lingkungan global. Dengan kapasitas kilang terbesar di tanah air, Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemain yang lebih kuat dalam rantai pasok energi regional. Proyek ini merepresentasikan upaya terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga fasilitas logistik seperti dermaga Single Point Mooring (SPM) dan tangki penyimpanan raksasa di Lawe-Lawe.