Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

MRT Jakarta dan LRT Jabodebek Perpanjang Jam Layanan Hingga Dini Hari di Malam Tahun Baru

2026-01-10 | 00:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T17:35:30Z
Ruang Iklan

MRT Jakarta dan LRT Jabodebek Perpanjang Jam Layanan Hingga Dini Hari di Malam Tahun Baru

Operator angkutan massal kereta api di Jakarta kembali memperpanjang jam operasionalnya hingga dini hari pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, sebuah kebijakan berulang yang bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas dan memfasilitasi mobilitas publik. PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT LRT Jakarta akan melayani penumpang hingga pukul 02.00 WIB pada 1 Januari 2026, sementara LRT Jabodebek, yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero), juga akan beroperasi dengan jadwal yang diperpanjang hingga pukul 01.33 WIB pada 1 Januari 2025, mengikuti pola layanan tahun sebelumnya. Langkah ini merupakan respons terhadap potensi lonjakan aktivitas masyarakat yang merayakan malam tahun baru di pusat kota, seiring dengan penerapan kebijakan malam bebas kendaraan atau Car Free Night di sejumlah ruas jalan utama.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengumumkan bahwa layanan MRT Jakarta dan LRT Jakarta akan digratiskan selama dua hari, mulai 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, sebagai insentif untuk mendorong penggunaan transportasi publik. Namun, kebijakan tarif gratis ini tidak berlaku untuk LRT Jabodebek, yang akan memberlakukan tarif normal. Rendy Primartantyo, Head of Corporate Secretary Division PT MRT Jakarta (Perseroda), menegaskan kesiapan MRT Jakarta untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat dengan memprioritaskan ketertiban, keselamatan, dan kepedulian. Demikian pula, Sheila Indira Maharshi, Corporate Secretary Division PT LRT Jakarta, menyatakan perpanjangan jam operasional hingga pukul 02.00 WIB pada 1 Januari adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung mobilitas publik saat malam tahun baru.

Kebijakan perpanjangan jam operasional transportasi publik pada malam tahun baru telah menjadi pola rutin di Jakarta. Pada malam pergantian tahun 2023 menuju 2024, MRT Jakarta melayani sebanyak 124.163 penumpang, menunjukkan peningkatan signifikan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi massal. Angka tersebut mencakup lebih dari 17.000 pengguna yang memanfaatkan layanan MRT antara pukul 00.00 hingga 02.00 WIB. Sementara itu, LRT Jabodebek mencatat rekor penumpangnya pada malam tahun baru 2024-2025 dengan 156.490 pengguna pada 31 Desember 2024 dan 1 Januari 2025, melonjak 132% dibandingkan tahun sebelumnya. Mochamad Purnomosidi, Executive Vice President LRT Jabodebek, menyatakan lonjakan ini membuktikan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dan menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan.

Perpanjangan jam operasional ini tidak sekadar untuk mengakomodasi perayaan, tetapi juga merupakan strategi manajemen mobilitas kota yang integral. Dengan mengalihkan sebagian besar pergerakan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, pemerintah berupaya menekan kemacetan parah yang kerap terjadi di area-area perayaan utama seperti Sudirman-MH Thamrin dan Monas. Kebijakan malam bebas kendaraan, yang juga menjadi rutin, semakin menuntut ketersediaan alternatif transportasi yang andal dan efisien.

Secara historis, inisiatif ini mencerminkan evolusi kota Jakarta dalam mengelola dinamika perkotaan dan perayaan massal. Dari tahun ke tahun, data penumpang yang terus meningkat membuktikan efektivitas pendekatan ini dalam mengubah preferensi mobilitas warga. Pada malam tahun baru 2023 menuju 2024, frekuensi kereta MRT bahkan ditingkatkan menjadi setiap lima menit antara pukul 00.00 hingga 01.00 WIB untuk mengurai kepadatan setelah puncak perayaan.

Implikasi jangka panjang dari kebijakan ini melampaui sekadar kenyamanan sesaat. Ini berkontribusi pada edukasi publik mengenai pentingnya transportasi massal, mengurangi jejak karbon perkotaan, serta menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan teratur selama acara-acara besar. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan komitmen operator, sistem transportasi rel Jakarta semakin memantapkan perannya sebagai tulang punggung mobilitas kota yang modern dan berkelanjutan, membentuk budaya baru dalam pergerakan warga di tengah hiruk pikuk metropolitan.