Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Hutama Karya Genjot Pemulihan Infrastruktur Sumbar: Terkuak Progres Terkininya

2026-01-08 | 19:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-08T12:25:43Z
Ruang Iklan

Hutama Karya Genjot Pemulihan Infrastruktur Sumbar: Terkuak Progres Terkininya

PT Hutama Karya (Persero) secara sigap mengakselerasi pemulihan infrastruktur vital di Provinsi Sumatera Barat, menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sejak 23 Desember 2025. Perusahaan plat merah ini mengerahkan 163 personel dan alat berat untuk memulihkan akses transportasi serta layanan dasar di lima wilayah terdampak parah, termasuk Malalak, Lembah Anai, Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Langkah tanggap darurat ini bertujuan mengembalikan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi yang terhenti akibat kerusakan masif.

Bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025 tersebut menyebabkan kerusakan yang meluas, dengan catatan sementara per 4 Januari 2026 menunjukkan 305 titik longsor dan amblesan jalan, 311 jembatan rusak, serta 389 jaringan irigasi hancur di hampir 80 persen wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Ribuan rumah juga mengalami kerusakan parah hingga hanyut. Kondisi ini secara makro diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pertanian, perdagangan, dan UMKM yang menjadi penopang utama mata pencarian masyarakat.

Dalam upaya pemulihan akses jalan, Hutama Karya, melalui anak perusahaannya PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), memprioritaskan penanganan jalur Lembah Anai sepanjang 5,8 kilometer yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi. Penanganan efektif difokuskan pada area sepanjang sekitar 800 meter, dan saat ini jalur tersebut telah dapat digunakan secara terbatas oleh masyarakat. Untuk penanganan permanen di segmen-segmen kritis seperti KM 63+500 dan KM 65+200, HKI menerapkan metode borepile dengan sistem soldier pile guna memastikan stabilitas jangka panjang di tengah kontur tanah berbatu. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Sekretaris HKI, Philadelphia H.H.P, menyatakan bahwa pemilihan metode tersebut mempertimbangkan aspek keselamatan dan keberlanjutan, serta meminimalkan getaran yang mengganggu lingkungan sekitar. Hingga 30 Desember 2025, HKI telah menambah jumlah alat borepile menjadi delapan unit dari rencana awal lima unit untuk mempercepat progres. Di rute alternatif Sicincin – Malalak – Balingka sepanjang 39 kilometer, tim Hutama Karya telah membersihkan sembilan titik longsor, membangun jembatan darurat, dan membuat akses kendaraan, berhasil menyambungkan kembali akses menuju dua desa di Malalak.

Selain pemulihan akses jalan, Hutama Karya juga berfokus pada normalisasi pasokan air bersih bagi warga terdampak dengan memperbaiki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Di Kota Padang, penanganan dilakukan pada Intake Palukahan dan Intake Guo Kuranji, sementara di Kabupaten Agam, perbaikan mencakup Intake Silasuang, Broncaptering Silayang, dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Basung. Di Kabupaten Pesisir Selatan, rehabilitasi delapan lokasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) melibatkan penyambungan pipa sepanjang 16 kilometer. Per akhir Desember 2025, progres pekerjaan penyambungan jalur pipa kedua dari Intake Palukahan menuju IPA Palukahan di Kota Padang telah mencapai sekitar 75 persen, dengan 1.134 meter pipa HDPE terpasang dari total estimasi 1.500 meter. Jalur pertama telah berfungsi, melayani 50 persen dari kapasitas awal.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa koordinasi lapangan yang solid merupakan kunci dalam penanganan darurat ini. Ia menjelaskan bahwa upaya Hutama Karya berorientasi pada pemulihan fungsi akses jalan dan air bersih, menjaga keberlangsungan layanan, serta mempercepat aktivitas masyarakat kembali normal.

Pemulihan ini menghadapi tantangan geografis yang kompleks serta skala kerusakan yang luas. Keberhasilan penanganan darurat akan sangat bergantung pada efektivitas koordinasi lintas sektor dan dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah, sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Upaya pemulihan ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, melainkan pondasi untuk membangun kembali infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan, mencegah kerugian ekonomi yang lebih dalam, serta memastikan ketahanan daerah terhadap bencana di masa depan.

Di samping penanganan bencana, Hutama Karya juga berperan dalam proyek infrastruktur strategis jangka panjang di Sumatera Barat, seperti Jalan Tol Padang-Sicincin, bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang memiliki panjang 36,6 kilometer. Proyek ini ditargetkan meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memangkas waktu perjalanan. Tantangan pembebasan lahan masih menjadi kendala utama dalam penyelesaian proyek ini. Selain itu, Hutama Karya juga terlibat dalam pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, sebuah proyek prioritas yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan perjalanan dan efisiensi waktu, dengan tahap pertama sepanjang 2,7 kilometer ditargetkan selesai pada tahun 2027. Proyek-proyek ini merefleksikan komitmen Hutama Karya dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang tidak hanya merespons kebutuhan mendesak tetapi juga membentuk masa depan konektivitas dan ketahanan wilayah Sumatera Barat.