Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Goldman Sachs: Regulasi Kripto Pendorong Utama Adopsi Institusional

2026-01-06 | 20:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T13:20:49Z
Ruang Iklan

Goldman Sachs: Regulasi Kripto Pendorong Utama Adopsi Institusional

Goldman Sachs secara tegas menyatakan bahwa kemajuan regulasi adalah pendorong utama adopsi aset kripto oleh institusi, khususnya bagi entitas keuangan buy-side dan sell-side. Pernyataan ini muncul dalam laporan terbaru bank tersebut pada awal Januari 2026, yang menyoroti pergeseran lanskap peraturan sebagai faktor kunci di tengah ketidakpastian yang sebelumnya menghambat partisipasi institusional.

Mathew McDermott, Kepala Aset Digital Global di Goldman Sachs, pada bulan April 2025 telah menggarisbawahi pentingnya kejelasan regulasi untuk memungkinkan institusi besar menyalurkan lebih banyak modal ke seluruh ekosistem kripto, membawanya ke "tingkat berikutnya". Menurut laporan bank tersebut, ketidakpastian regulasi masih menjadi penghalang terbesar bagi 35% institusi dalam mengadopsi aset kripto, sementara 32% lainnya menganggap kejelasan regulasi sebagai katalisator terpenting.

Perkembangan regulasi, terutama di Amerika Serikat, diyakini Goldman Sachs akan menjadi katalis utama. Tim analis yang dipimpin oleh James Yaro menyebutkan bahwa legislasi struktur pasar AS yang akan datang, yang bertujuan mengklarifikasi kerangka kerja regulasi untuk aset yang diberi token dan proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) serta mendefinisikan peran Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC), sangat krusial untuk membuka modal institusional. Laporan tersebut menekankan pentingnya pengesahan legislasi ini pada paruh pertama tahun 2026, mengingat pemilihan paruh waktu AS di akhir tahun dapat menunda kemajuan.

Perubahan kebijakan di AS, khususnya di bawah kepemimpinan Paul Atkins sebagai Ketua SEC sejak Presiden Donald Trump menjabat, telah menunjukkan penarikan dari penegakan hukum agresif terhadap industri kripto, dengan hampir semua kasus yang tertunda dibatalkan. Ini mencerminkan tujuan kebijakan Trump untuk memajukan industri kripto AS, sebuah prioritas yang juga diusung Atkins di SEC.

Klarifikasi regulasi tidak hanya mengurangi risiko dan meningkatkan transparansi, tetapi juga mendorong inovasi. Standarisasi kerangka kustodian institusional, misalnya, memungkinkan investor mengalokasikan modal tanpa risiko kustodi menjadi penghalang struktural, sementara persyaratan transparansi meningkatkan integritas pasar. Stablecoin juga bertransisi dari token spekulatif menjadi instrumen keuangan yang sah.

Goldman Sachs telah mencatat bahwa adopsi institusional sudah dipercepat melalui kendaraan yang dikenal seperti Exchange-Traded Funds (ETF). Sejak persetujuan mereka pada tahun 2024, ETF Bitcoin telah tumbuh menjadi sekitar $115 miliar aset pada akhir tahun 2025, sementara ETF Ether telah melampaui $20 miliar. Meskipun alokasi aset kripto oleh manajer aset institusional masih sekitar 7% dari total aset yang dikelola, 71% menyatakan rencana untuk meningkatkan eksposur dalam 12 bulan ke depan, menunjukkan ruang pertumbuhan yang substansial.

Selain perdagangan, analis Goldman Sachs menyoroti tokenisasi, DeFi, dan stablecoin sebagai area yang siap untuk ekspansi. Pertumbuhan pasar aset digital diproyeksikan akan terus berlanjut seiring dengan semakin banyaknya aplikasi komersial blockchain yang dipasarkan dan regulasi membantu memfasilitasi penggunaannya dalam aplikasi investasi baru. Mathew McDermott juga mengungkapkan optimisme terhadap tokenisasi, memprediksi perkembangan pasar yang memungkinkan adopsi skala besar, terutama di kalangan investor buy-side, seiring munculnya likuiditas sekunder on-chain.

Sejarah menunjukkan bahwa tahun 2023 menyaksikan kemajuan signifikan dalam menginstitusionalisasikan industri kripto, terutama melalui pengembangan derivatif yang diregulasi dan platform perdagangannya. Lonjakan minat institusional pada derivatif terjadi pada kuartal keempat tahun 2023, didorong oleh antisipasi persetujuan ETF Bitcoin spot. Pada paruh pertama tahun 2024, volume transaksi spot di pasar kripto institusional OTC melonjak 95% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume perdagangan Ethereum naik 32%.

Integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan global juga melibatkan tantangan, termasuk menyeimbangkan inovasi dengan pengawasan. Meskipun demikian, kejelasan regulasi dianggap sebagai infrastruktur yang diperlukan untuk evolusi berkelanjutan mata uang kripto, mengubah pasar menjadi lebih stabil dan menarik bagi investor institusional. Goldman Sachs sendiri telah menunjukkan komitmennya dengan menghidupkan kembali meja perdagangan mata uang kriptonya pada tahun 2025, yang dipimpin oleh McDermott, menunjukkan fokus baru pada adopsi kripto institusional. Investasi Goldman Sachs juga telah meluas ke berbagai proyek kripto, khususnya yang berfokus pada infrastruktur blockchain, menekankan dampak transformatif teknologi dasar ini.