Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

ESDM Peringatkan: Kebocoran Pipa Gas TGI Ancam Lifting Migas Nasional

2026-01-06 | 15:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T08:57:53Z
Ruang Iklan

ESDM Peringatkan: Kebocoran Pipa Gas TGI Ancam Lifting Migas Nasional

Kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di jalur Grissik–Duri pada Jumat, 2 Januari 2026, di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, menimbulkan kekhawatiran serius di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal potensi gangguan terhadap capaian target lifting migas nasional di awal tahun 2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan insiden ini berdampak signifikan pada operasional kegiatan migas di wilayah Rokan dan menuntut pemulihan secepatnya untuk menghindari terganggunya proyeksi lifting minyak akhir tahun yang ditetapkan pada 610.000 barel per hari.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.35 WIB tersebut memicu semburan api besar dan menyebabkan 10 orang warga terluka serta kerusakan properti di sekitar lokasi. PT TGI, melalui Corporate Secretary Emil Ismail, menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan insiden yang cepat dan tepat, pengamanan lokasi, pekerja, dan masyarakat dengan mengutamakan aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (HSSE). Perusahaan mengestimasi waktu perbaikan maksimal lima hari.

Gas yang disalurkan melalui pipa TGI ini vital untuk pembangkitan listrik yang menggerakkan mesin-mesin pompa angguk di sejumlah lapangan minyak Blok Rokan, salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Terhentinya pasokan gas secara langsung mengganggu operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sumber di Kementerian ESDM menyebutkan, produksi minyak Blok Rokan berpotensi anjlok hingga 30.000 barel per hari akibat gangguan ini. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, membenarkan ketergantungan PHR pada infrastruktur gas TGI dan telah berkoordinasi erat dengan TGI untuk meminimalkan dampak terhadap kegiatan produksi migas.

Peristiwa ini menambah tantangan bagi industri hulu migas Indonesia yang telah berjuang keras mencapai target lifting. Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 menetapkan target lifting minyak sebesar 600.000 barel per hari dan gas bumi 1,005 juta barel setara minyak per hari. Realisasi lifting minyak Indonesia pada 2024 sendiri diperkirakan hanya mencapai 595.000 barel per hari, setelah sebelumnya di triwulan I 2024 mencapai 567.000 barel per hari. Target yang lebih ambisius untuk 2025 juga mencatat 605.000 barel per hari untuk minyak bumi dan 6.660 juta standar kaki kubik per hari untuk gas bumi. Pencapaian target ini sangat bergantung pada efisiensi operasional dan investasi yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menekankan pentingnya penyelesaian insiden ini secepat mungkin, mengingat dampaknya yang signifikan pada proyeksi lifting nasional. Pemerintah dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan produksi, termasuk melalui Enhanced Oil Recovery (EOR), peningkatan kegiatan pengeboran eksplorasi, dan optimalisasi sumur tua. Namun, insiden infrastruktur krusial seperti kebocoran pipa TGI menunjukkan kerentanan sistem terhadap gangguan operasional dan membutuhkan mitigasi risiko yang lebih kuat di tengah upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi migas nasional.