:strip_icc()/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)
Ronald Sutardja kembali ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (sebelumnya PT Delta Dunia Makmur Tbk dengan kode saham DOID), efektif per 1 Januari 2026, menggantikan Indra Kanoena. Penunjukan ini menandai kembalinya Sutardja ke pucuk pimpinan BUMA setelah sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama dan pernah memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama pada periode 2014 hingga 2021. Langkah strategis ini dilakukan untuk mempertajam fokus pada eksekusi dan keunggulan operasional di tengah kondisi industri jasa pertambangan yang diperkirakan masih menantang sepanjang tahun 2026.
Manajemen BUMA menegaskan bahwa sektor jasa pertambangan menghadapi kompleksitas operasional dan kondisi cuaca yang tidak menentu, serta tekanan tinggi untuk mencapai tingkat produktivitas dan keandalan layanan di Indonesia. Dinamika ini menuntut eksekusi yang kuat pada ketahanan operasional dan pengelolaan kontrak yang disiplin. Pengalaman Ronald Sutardja yang mendalam terhadap operasional, klien, dan sumber daya manusia BUMA, ditambah rekam jejak kinerja operasional yang kuat selama masa kepemimpinannya sebelumnya, menjadi landasan utama bagi Dewan Komisaris untuk menunjuknya kembali. Penunjukan ini diharapkan memperkuat disiplin eksekusi dan memastikan keselarasan erat antara strategi Grup dengan unit bisnis operasionalnya.
Selain pergantian Direktur Utama, Dewan Komisaris BUMA juga menyetujui sejumlah penyesuaian kepemimpinan lainnya guna menjaga kesinambungan organisasi dan memperkuat stabilitas operasional. Susunan kepemimpinan BUMA saat ini mencakup Ashish Gupta sebagai Komisaris Utama, Hamid Awaluddin dan Soemarno Witoro Soelarno sebagai Komisaris Independen, Nanang Rizal Achyar sebagai Wakil Direktur Utama, dan Silfanny Bahar sebagai Direktur. Perubahan ini juga menyelaraskan kepemimpinan untuk mendukung eksekusi yang lebih konsisten dalam menghadapi situasi pasar saat ini.
Transformasi kepemimpinan di BUMA terjadi setelah PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) resmi mengubah namanya menjadi PT BUMA Internasional Grup Tbk pada 27 Februari 2025. Ronald Sutardja, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama BUMA International Group, menyatakan bahwa perubahan nama tersebut lebih dari sekadar rebranding, melainkan penegasan kembali transformasi berkelanjutan dan arah masa depan perusahaan. Dengan mengintegrasikan warisan dan rekam jejak solid BUMA, grup ini bertujuan untuk memperkuat posisi sebagai kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia dan internasional. BUMA, sebagai penyedia jasa penambangan batu bara terbesar kedua di Indonesia berdasarkan volume produksi, melayani perusahaan-perusahaan konsesi batu bara terkemuka seperti Berau Coal, Adaro, Bayan, dan Geo Energy. Meskipun menghadapi tantangan industri, BUMA mempertahankan fondasi bisnis yang solid, hubungan jangka panjang dengan klien, serta dukungan kuat dari mitra pendanaan termasuk bank-bank terkemuka di Indonesia dan pemegang obligasi serta sukuk. Langkah proaktif dalam penyelarasan kepemimpinan ini dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan keandalan layanan dan ketahanan operasional di tengah volatilitas pasar.