:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028270/original/083764000_1732871855-fotor-ai-20241129161657.jpg)
Tahun 2025 menjadi periode yang penuh gejolak bagi pasar kripto, ditandai dengan penurunan tajam harga Cardano (ADA) sebesar 60% dan lonjakan signifikan pada beberapa aset digital lain. Sementara ADA mengakhiri tahun di kisaran $0,35 setelah mencapai puncak $1,3245 pada awal tahun, aset seperti Zcash (ZEC) dan Mutuum Finance (MUTM) menunjukkan kinerja yang kontras, dengan Zcash melonjak hingga 817% dan Mutuum Finance mencatatkan keuntungan lebih dari 300% selama presale.
Penurunan Cardano secara luas disebabkan oleh kombinasi faktor pasar dan tantangan spesifik ekosistem. Pasar kripto secara keseluruhan mengalami koreksi pada tahun 2025, dengan Bitcoin turun 6,5% dan Ethereum anjlok 11%, serta kapitalisasi pasar seluruh token menurun 8,10%. Namun, sentimen terhadap Cardano diperparah oleh kekhawatiran mengenai ekosistemnya. Data yang dikumpulkan oleh DeFi Llama menunjukkan Total Value Locked (TVL) di jaringan Cardano turun di bawah $250 juta, jauh lebih kecil dibandingkan jaringan populer lainnya seperti Monad dan Katana. Selain itu, Cardano gagal mendapatkan pangsa pasar yang signifikan dalam industri tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang berkembang pesat dan telah mengumpulkan hampir $20 miliar aset. Kurangnya minat institusional juga berperan, karena hanya Grayscale yang mengajukan aplikasi ETF ADA spot, sementara perusahaan besar lainnya seperti BlackRock dan VanEck tetap absen. Likuidasi besar-besaran pada 10 Oktober 2025, yang memengaruhi hampir 2 juta trader, semakin menekan harga ADA, menyebabkan penurunan minat terbuka futures dari $1,95 miliar pada September menjadi $646 juta.
Berbeda dengan Cardano, beberapa aset menunjukkan resiliensi dan pertumbuhan yang luar biasa. Zcash (ZEC), misalnya, mengalami lonjakan 573,72% sepanjang tahun 2025, didorong oleh minat baru pada narasi privasi yang memuncak pada akhir September. Harga ZEC mencapai $120,62 pada 2 Oktober, mengklaim kembali level harga yang terakhir terlihat pada Mei 2022, dan momentumnya mencapai puncaknya pada $698,87 pada 17 November. Sementara itu, Mutuum Finance (MUTM), sebuah proyek pinjaman terdesentralisasi, telah menghasilkan lebih dari 300% sejak presale-nya dimulai, menarik total $19,5 juta dengan dukungan 18.630 pemegang. Proyek ini berhasil mengumpulkan $19,5 juta, dengan investor presale tahap 1 yang membeli pada harga $0,01 telah merealisasikan keuntungan 300%. Keberhasilan Mutuum Finance disinyalir karena memiliki produk fungsional dan memenuhi permintaan pasar akan proyek DeFi yang kuat.
Kinerja pasar kripto pada tahun 2025 menunjukkan pergeseran sentimen investor dari spekulasi murni menuju proyek dengan fundamental yang kuat. Analis dari Bitwise Investments mencatat bahwa Q3 2025 menjadi kuartal di mana "stablecoin dan tokenisasi" muncul sebagai narasi kunci, melengkapi narasi "emas digital" Bitcoin. Regulasi stablecoin yang komprehensif melalui GENIUS Act pada Juli 2025 memberikan lampu hijau bagi institusi keuangan tradisional untuk merangkul stablecoin, memicu bull market besar-besaran pada aset-aset terkait stablecoin.
Meskipun Cardano berencana meluncurkan mainnet Midnight, proyek berfokus privasi yang diharapkan meningkatkan utilitas, dan peningkatan Leios yang bertujuan untuk pemrosesan blok paralel, tantangan fundamental tetap ada. Ketergantungan pasar pada makroekonomi, yang terlihat dari korelasi Bitcoin dengan S&P 500 yang mencapai 0,87 selama periode volatilitas, menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat rentan terhadap kondisi ekonomi global. Divergensi kinerja antara aset-aset seperti Cardano dan Zcash atau Mutuum Finance menggarisbawahi pentingnya inovasi berkelanjutan, adopsi kasus penggunaan nyata, dan kemampuan proyek untuk menarik dan mempertahankan aktivitas ekosistem di tengah persaingan yang ketat.