Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Visi Besar Prabowo: 1 Juta Hektare Lahan Pertanian di Papua untuk Kedaulatan Pangan

2025-12-02 | 22:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T15:58:24Z
Ruang Iklan

Visi Besar Prabowo: 1 Juta Hektare Lahan Pertanian di Papua untuk Kedaulatan Pangan

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara ambisius meluncurkan rencana besar untuk membuka satu juta hektare lahan pertanian di Papua, khususnya di wilayah Papua Selatan. Program ini bertujuan menjadikan Papua Selatan sebagai sentra produksi beras terbesar di dunia dan lumbung pangan global, dalam upaya mencapai swasembada pangan nasional dan ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembangunan satu juta hektare lahan pertanian di Papua Selatan, menegaskan bahwa kesuksesan program ini akan melampaui luas lahan pertanian di Arkansas, Amerika Serikat, yang hanya sekitar 500 ribu hektare. Proyek strategis nasional ini berfokus di Merauke, dengan area cetak sawah awal yang membentang dari Wanam hingga Muting. Program ini sudah mulai berjalan, dengan sekitar 100.000 hektare lahan pertanian yang sedang digarap sebagai bagian dari target keseluruhan satu juta hektare.

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kerja langsung ke Merauke untuk meninjau proyek pertanian berkelanjutan tersebut, termasuk mengamati proses penanaman padi dan panen dengan alat modern. Dalam kunjungannya pada November 2024, beliau didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Satgas Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Salah satu penggerak utama di lapangan adalah pengusaha Andi Syamsudin Arsyad, atau yang dikenal sebagai Haji Isam, yang bahkan telah memesan dua ribu unit alat berat dari China untuk mendukung percepatan proyek.

Merauke dipilih karena dinilai memiliki kondisi lahan yang sangat mendukung, seperti dataran yang rata, berawa dengan ketersediaan air melimpah, serta lapisan tanah hitam yang subur mencapai 15-30 cm. Keberhasilan awal telah terlihat di beberapa lahan percontohan di Merauke yang telah ditanami dan bahkan mampu menghasilkan panen hingga tiga kali dalam setahun berkat penggunaan teknologi pertanian modern. Selain itu, pemerintah juga membangun infrastruktur pendukung seperti dermaga di Wanam dan jalan sepanjang 135-140 kilometer dari Wanam menuju Muting, untuk mempermudah akses petani dan transportasi hasil panen.

Meskipun disambut dengan optimisme, proyek cetak sawah satu juta hektare ini juga menghadapi tantangan. Sejarah menunjukkan bahwa proyek serupa berskala besar di masa lalu, seperti di Kalimantan Tengah pada era Orde Baru, berakhir dengan kegagalan dan menyisakan masalah lingkungan serta sosial yang kompleks. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat menyinggung kekhawatiran mengenai ketersediaan bibit padi, menekankan pentingnya kemandirian dalam pengadaan bibit agar tidak bergantung pada impor. Selain itu, pada Agustus 2024, masyarakat adat di Distrik Ilwayab, Wanam, sempat mempertanyakan pembukaan lahan karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah dan pusat.

Di sisi lain, proyek ini diharapkan dapat menciptakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat Papua dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Para petani di Merauke telah menyatakan apresiasi atas program ini, melaporkan peningkatan hasil panen secara signifikan dari sekitar 2 ton gabah menjadi 7-8 ton per hektare setelah adanya bantuan benih unggul, irigasi tersier, dan mekanisasi pertanian. Program ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia, dengan target keseluruhan pembukaan lahan sawah baru hingga 3 juta hektare di luar Pulau Jawa.