:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
Taiwan sedang bergerak maju dengan langkah signifikan menuju regulasi komprehensif sektor mata uang kripto, menandai periode baru bagi penyedia layanan aset virtual (VASP) dan investor. Komisi Pengawas Keuangan (FSC) menjadi otoritas utama yang mengawasi kerangka kerja yang berkembang ini, dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi, melindungi konsumen, dan menekan aktivitas ilegal di pasar aset digital.
Perjalanan regulasi Taiwan dimulai pada tahun 2021 ketika FSC memperkenalkan persyaratan anti-pencucian uang (AML) untuk bursa kripto, untuk pertama kalinya membawa sektor ini di bawah pengawasan regulasi. Dua tahun kemudian, pada tahun 2023, pemerintah mengabadikan prinsip pengawasan FSC dalam undang-undang. Amandemen selanjutnya terhadap Undang-Undang Pengendalian Pencucian Uang memberikan regulator kekuatan baru untuk menutup platform yang tidak mendaftar untuk tujuan AML. Pada November 2024, Taiwan menerapkan peraturan pendaftaran VASP, yang melarang VASP menyediakan layanan aset virtual yang diatur sebelum menyelesaikan pendaftaran AML. Peraturan ini mewajibkan VASP untuk mendaftar paling lambat September 2025 atau menghadapi konsekuensi hukum. Kegagalan untuk mendaftar atau mematuhi dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga dua tahun dan/atau denda hingga NT$5 juta (sekitar $155.900), dengan denda hingga NT$50 juta untuk badan hukum.
Saat ini, Taiwan tengah meninjau rancangan undang-undang kripto yang lebih komprehensif, dengan Kabinet diharapkan akan meninjau rancangan tersebut minggu ini sebelum pemungutan suara di Yuan Legislatif. Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang komprehensif bagi bursa, penerbit stablecoin, dan penyedia layanan aset kripto lainnya. Peraturan tersebut akan mencakup persyaratan AML, kustodi, cadangan, dan langkah-langkah perlindungan konsumen. Pendekatan Taiwan dalam mengembangkan regulasi stablecoin mirip dengan regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA) Uni Eropa.
Salah satu perkembangan penting adalah potensi peluncuran stablecoin yang dipatok ke Dolar Taiwan Baru (TWD). Ketua FSC Peng Jin-lung menyatakan bahwa stablecoin domestik dapat disetujui paling cepat Juni 2026. Pada awalnya, hanya lembaga keuangan berlisensi yang akan diizinkan untuk menerbitkan stablecoin TWD, sebuah langkah yang dianggap perlu untuk mengelola risiko dan menjaga dana pengguna. Peng Jin-lung menggarisbawahi bahwa pengenalan stablecoin domestik akan menjadi tonggak penting dalam membawa aktivitas aset virtual ke lingkungan yang diatur sepenuhnya.
Meskipun terjadi kemajuan regulasi, bank sentral dan FSC Taiwan secara konsisten mengklasifikasikan mata uang kripto sebagai "komoditas virtual" yang sangat spekulatif, bukan sebagai mata uang sah. Hal ini menggarisbawahi sikap hati-hati otoritas terhadap aset digital. Selain itu, pemerintah berupaya keras untuk memerangi penipuan kripto, menyamakan penegakannya dengan penegakan kejahatan narkoba. Pada November 2025, FSC mendenda enam platform perdagangan aset virtual dengan total NT$7,02 juta karena tidak melaksanakan prosedur anti-pencucian uang dan KYC (Know Your Customer) yang memadai. Otoritas juga telah memberikan sanksi kepada bursa lokal seperti MaiCoin dan BitoPro atas ketidakpatuhan AML.
Dalam upaya lebih lanjut untuk memperkuat pengawasan, VASP asing yang ingin beroperasi di Taiwan wajib mendirikan kehadiran fisik dan mendaftar dengan FSC, serta mematuhi kerangka kerja AML. Selain itu, ada diskusi di antara para pembuat kebijakan tentang kemungkinan menambahkan Bitcoin ke cadangan nasional Taiwan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.