Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sorotan Pasokan BBM: Aceh, Sumut, Sumbar Terkini

2025-12-09 | 22:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-09T15:42:13Z
Ruang Iklan

Sorotan Pasokan BBM: Aceh, Sumut, Sumbar Terkini

Kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan gambaran yang bervariasi pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah tersebut. Meskipun Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) secara umum memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) berada dalam kondisi aman, beberapa daerah masih menghadapi tantangan distribusi yang signifikan.

Di Aceh, dampak bencana hidrometeorologi telah menyebabkan sejumlah wilayah terisolasi dan akses darat terputus. Pertamina Patra Niaga secara sigap mengambil langkah-langkah luar biasa untuk memastikan pasokan energi. Pengiriman BBM dan LPG, termasuk jenis gasoline seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo, serta gasoil seperti Pertamina Dex, Dexlite, dan BioSolar, dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Casa TNI AL ke daerah-daerah seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sebanyak 2.800 liter BBM jenis gasoline dan 8.000 liter jenis gasoil telah disalurkan melalui moda udara, selain 10 tabung LPG Bright Gas 5,5 kg. Jalur laut juga dioptimalkan, terbukti dengan pembongkaran 16 skid tank LPG di Pelabuhan Ulee Lheue yang bertujuan untuk mempercepat pasokan ke wilayah terdampak. SPBU di Gayo Lues, Aceh, telah kembali beroperasi setelah suplai BBM berhasil dikirimkan melalui perjalanan darat ekstrem selama hampir dua hari, meskipun operasionalnya masih mengandalkan genset karena pasokan listrik yang belum pulih sepenuhnya. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan fokus pada distribusi ke daerah terisolir dan sulit dijangkau, dengan sebagian besar SPBU telah diperbaiki dan beroperasi 24 jam untuk mengurai antrean panjang.

Untuk Sumatera Utara, pasokan BBM, khususnya jenis solar dan Pertamina Dex, sempat mengalami kelangkaan yang mengakibatkan antrean panjang di berbagai SPBU di Medan dan beberapa kabupaten seperti Tapanuli Utara, Karo, dan Mandailing Natal pada awal Desember. Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara menyoroti buruknya mitigasi Pertamina, dengan temuan bahwa perbaikan lima tangki penyimpanan BBM mengurangi kapasitas tampung terminal dari 135 ribu Kiloliter menjadi 90 ribu Kiloliter. Distribusi juga terhambat oleh gelombang tinggi di Belawan yang menghalangi kapal tanker bersandar. Namun, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S mengklaim bahwa pasokan BBM di Sumatera Utara telah aman dan mencukupi sejak 30 November 2025. Untuk mengatasi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Karo telah mengeluarkan surat edaran yang membatasi volume pembelian BBM di SPBU dan Pertashop secara sementara. Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto telah meninjau Depot Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Sibolga, memastikan pasokan BBM aman dan memprioritaskan distribusi ke wilayah terdampak longsor. Pertamina juga menambah armada mobil tangki dari Dumai untuk memperkuat penyaluran ke wilayah selatan dan utara Sibolga.

Di Sumatera Barat, kondisi pasokan BBM berangsur pulih, meskipun kendala masih terjadi akibat longsor dan putusnya jalur Padang Panjang-Sicincin yang merupakan rute utama distribusi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mempercepat pemulihan distribusi dengan penambahan 17 unit tangki mobil BBM untuk mempercepat suplai ke daerah yang sempat terisolasi, serta memastikan stok BBM pasca-bencana dalam kondisi cukup. Penyaluran kini dapat dilakukan melalui jalur alternatif, meskipun dengan waktu tempuh tambahan sekitar lima hingga enam jam. Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengoptimalkan distribusi melalui jalur Sitinjau Lauik dengan pola suplai Reguler–Alternatif–Emergency (RAE) serta penambahan armada. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan penuh, termasuk memprioritaskan armada mobil tangki Pertamina melintas Sitinjau Lauik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menyebut kondisi pasokan minyak dan LPG di Sumbar jauh lebih baik dibandingkan beberapa daerah di Aceh.

Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan intensif terhadap stok dan distribusi BBM serta LPG. Hingga 4 Desember 2025, sebanyak 696 dari total 727 SPBU di ketiga provinsi (sekitar 96%) telah beroperasi menyalurkan BBM kepada masyarakat. Tim khusus Pertamina disiagakan di lapangan untuk merespons cepat berbagai kendala pada titik rawan dan memastikan kelancaran distribusi. Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan komitmen untuk terus membuka akses agar energi dapat menjangkau masyarakat dan menargetkan seluruh SPBU dapat kembali melayani secara penuh dalam satu hingga dua minggu ke depan.