Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Proyeksi 2025: 20,2 Juta Investor Pasar Modal, Milenial dan Gen Z Jadi Kekuatan Utama

2025-12-30 | 22:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T15:35:48Z
Ruang Iklan

Proyeksi 2025: 20,2 Juta Investor Pasar Modal, Milenial dan Gen Z Jadi Kekuatan Utama

Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 20,3 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir 2025, melonjak 36,67 persen dibandingkan tahun 2024, didorong kuat oleh partisipasi generasi di bawah 40 tahun. Data terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan total SID mencapai 20,22 juta pada 30 Desember 2025, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan angka 20,2 juta SID per 23 Desember 2025, dengan penambahan 5,34 juta investor baru sepanjang tahun tersebut.

Lonjakan ini menandai pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan jumlah investor yang meningkat drastis dari 3,88 juta pada tahun 2020 menjadi 20,13 juta pada tahun 2025, menegaskan percepatan partisipasi investor ritel domestik. Mayoritas investor baru tersebut berasal dari kelompok usia muda. OJK mencatat bahwa 79 persen dari total investor individu didominasi oleh generasi muda di bawah 40 tahun. Secara lebih spesifik, KSEI mengungkapkan 52,5 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Kelompok usia 31-40 tahun menyumbang 24,88 persen dari total. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menyoroti bahwa peningkatan ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 2,7 juta SID, menunjukkan dampak luar biasa dari perubahan orientasi investasi masyarakat Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor ini membuktikan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, terutama generasi muda yang semakin aktif dan percaya diri. Capaian ini merupakan hasil dari komitmen BEI bersama seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan berbagai kegiatan edukasi dan literasi yang konsisten dan terarah, seperti Sekolah Pasar Modal, Guruku Investor Saham, dan Capital Market Summit & Expo (CMSE). Digitalisasi layanan investasi juga menjadi pendorong utama lonjakan tersebut, membuat pasar modal lebih mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

Meskipun mendominasi dari sisi jumlah, kepemilikan aset terbesar di pasar modal masih dipegang oleh investor senior. Kelompok usia di bawah 30 tahun memiliki aset sebesar Rp 60,03 triliun, sementara kelompok usia di atas 60 tahun menguasai aset senilai Rp 1.104,30 triliun. Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, optimistis kelompok usia milenial dan Gen Z akan terus bertumbuh seiring dengan peningkatan pendapatan mereka di masa depan, menjadikan mereka kekuatan baru bagi pasar modal Indonesia.

Namun demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menekankan bahwa peningkatan akses terhadap instrumen investasi harus diimbangi dengan pemahaman memadai mengenai risiko dan mekanisme pasar. Ia mengingatkan investor untuk tidak terjebak pada penawaran yang tidak masuk akal dan selalu berpegang pada prinsip 2L: legal dan logis. Upaya peningkatan literasi keuangan ini terus digalakkan melalui berbagai program kolaboratif antara pemerintah dan otoritas, seperti Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) yang menargetkan generasi muda.

Ke depan, KSEI menargetkan penambahan sebanyak 2 juta investor baru pada tahun 2026, sejalan dengan upaya meningkatkan tidak hanya kuantitas, tetapi juga kualitas investor. Hal ini mencerminkan harapan bahwa pertumbuhan berkelanjutan ini akan didukung oleh investor yang lebih teredukasi dan partisipatif, memperkuat pondasi pasar keuangan nasional.