Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM-LPG di Sulut Tetap Aman Jelang Nataru

2025-12-28 | 16:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T09:55:01Z
Ruang Iklan

Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM-LPG di Sulut Tetap Aman Jelang Nataru

Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Sulawesi Utara (Sulut) aman dan mencukupi untuk kebutuhan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan ini merupakan respons strategis terhadap proyeksi peningkatan konsumsi energi selama periode liburan akhir tahun, didukung oleh peningkatan ketahanan stok dan penguatan infrastruktur distribusi.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, saat meninjau sejumlah fasilitas di Manado dan Bitung pada 22-23 Desember 2025, menyatakan bahwa pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Utara dalam kondisi aman dan terkelola dengan baik. Untuk produk gasoline (Pertalite, Pertamax, dll.), ketahanan stok ditingkatkan di atas 10 hari dari kondisi normal. Sementara itu, untuk LPG, pasokan juga ditingkatkan sebagai antisipasi lonjakan konsumsi. Peningkatan coverage day dilakukan untuk seluruh produk utama BBM dan LPG, melebihi rata-rata konsumsi harian, sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya aktivitas masyarakat di wilayah yang menjadi salah satu pusat perayaan Natal dan tujuan wisata ini.

Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memproyeksikan kenaikan konsumsi gasoline sekitar 3,2% dan LPG sekitar 7,2% selama periode Satgas Nataru 2025/2026 dibandingkan kondisi normal. Untuk mengantisipasi ini di tingkat regional, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menambah alokasi fakultatif LPG 3 kilogram sebanyak 151.751 tabung untuk Sulawesi Utara, yang disalurkan antara 10-25 Desember 2025.

Distribusi pasokan dari Kilang Balikpapan ke Sulawesi Utara dilaporkan tidak mengalami kendala, dengan penyaluran ke SPBU dan pangkalan LPG berjalan lancar. Kondisi geografis dan cuaca yang relatif kondusif turut mendukung kelancaran distribusi selama periode Nataru. Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) dengan empat pilar layanan: layanan energi, layanan wilayah atensi (untuk daerah yang membutuhkan perhatian khusus), layanan promosi, dan layanan tambahan. Layanan tambahan ini mencakup dukungan mobil tangki siaga, motoris, fasilitas kesehatan, dan sarana istirahat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah, aparat terkait, dan lembaga penyalur untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran, terutama untuk mengantisipasi tantangan di lapangan seperti lonjakan konsumsi dan kelancaran distribusi hingga ke wilayah terpencil. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyambut baik langkah-langkah Pertamina dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Sejarah mencatat, masa libur Natal dan Tahun Baru selalu menjadi tantangan logistik bagi penyedia energi di Indonesia. Lonjakan mobilitas masyarakat dan kondisi geografis kepulauan seringkali menimbulkan isu distribusi di daerah terpencil. Dengan penyiapan stok yang lebih tinggi dan strategi distribusi yang diperkuat, Pertamina Patra Niaga berupaya meminimalisir risiko kelangkaan yang dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Langkah proaktif ini tidak hanya menjamin kenyamanan konsumen selama perayaan, tetapi juga mencerminkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan energi regional. Efektivitas koordinasi antarlembaga dan adaptasi terhadap dinamika permintaan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan energi di masa depan, terutama mengingat Sulawesi Utara merupakan salah satu pusat perayaan Natal dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Upaya ini juga termasuk pengecekan rutin kualitas BBM dan takaran di SPBU untuk memastikan produk yang diterima konsumen sesuai standar.

Di lapangan, masyarakat seperti Wendy dan Adi, warga Manado, telah merasakan dampak positif dari kesiagaan stok tersebut, melaporkan tidak adanya kendala berarti saat pengisian bahan bakar meskipun terjadi peningkatan aktivitas dan antrean. Hal ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan stok dan operasional Pertamina telah memberikan dampak langsung pada kenyamanan konsumen.