Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Optimisme Bos Lippo: Indonesia Punya Amunisi Kuat Jaga Stabilitas Ekonomi 2026

2025-12-12 | 18:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-12T11:59:31Z
Ruang Iklan

Optimisme Bos Lippo: Indonesia Punya Amunisi Kuat Jaga Stabilitas Ekonomi 2026

Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri dan Chairman Lippo Group, James Riady, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi berbagai tantangan perekonomian pada tahun 2026. Optimisme ini muncul di tengah proyeksi global yang mengindikasikan ketidakpastian tinggi. Riady menyoroti bahwa dunia sedang memasuki fase yang sangat rapuh dan berpotensi menjadi salah satu tahun paling tidak terduga dalam beberapa dekade terakhir.

Meskipun demikian, James Riady menegaskan bahwa Indonesia akan memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kokoh, sehingga peluang-peluang yang ada harus diambil dengan lebih berani. Ia mengidentifikasi sejumlah tantangan global yang berpotensi memengaruhi lanskap ekonomi di tahun tersebut. Tantangan tersebut meliputi kompetisi antarnegara besar yang semakin tajam, pergeseran aliansi global, dan potensi meluasnya konflik-konflik regional.

Berbagai lembaga keuangan dunia, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), turut memprakirakan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan ini dipicu oleh melemahnya perdagangan dunia, restrukturisasi rantai pasok yang mengedepankan keamanan daripada efisiensi, tingginya utang publik di banyak negara, serta pesatnya perkembangan teknologi yang mendahului regulasi. Di sektor keuangan, kerentanan baru juga bermunculan, dengan valuasi aset di sejumlah negara yang dinilai rentan setelah kenaikan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem perbankan juga belum sepenuhnya pulih akibat tekanan kredit bermasalah dan kerugian portofolio di tengah suku bunga tinggi.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, juga mengingatkan pentingnya "eling lan waspodo" (mengingat dan berhati-hati) terkait proyeksi ekonomi global 2026. Ia menyebutkan prospek ekonomi global masih meredup pada tahun 2026 dan 2027, terutama karena kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang membawa perubahan besar pada lanskap ekonomi dunia dan ketegangan politik yang terus berlanjut.

Terlepas dari ketidakpastian global ini, kalangan pengusaha di bawah Kadin Indonesia, termasuk Lippo Group, terus berdiskusi mengenai peluang investasi dan strategi untuk memperkuat perekonomian nasional di tahun 2026. James Riady menekankan pentingnya Indonesia memanfaatkan modal yang dimiliki untuk menavigasi kompleksitas ekonomi global dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.