Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menteri KP Soroti Misteri Udang RI Terpapar Radioaktif Cesium-137

2025-12-03 | 11:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T04:53:13Z
Ruang Iklan

Menteri KP Soroti Misteri Udang RI Terpapar Radioaktif Cesium-137

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono sempat menyatakan keheranannya atas temuan udang asal Indonesia yang terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Trenggono mengungkapkan bahwa Indonesia tidak memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) atau program pengembangan nuklir, sehingga muncul pertanyaan besar mengenai sumber kontaminasi tersebut. Ia bahkan memprediksi bahwa kasus ini akan menjadi sorotan luas tiga bulan setelah kejadian pertama kali terdeteksi pada Juli 2025.

Kasus kontaminasi ini pertama kali mencuat pada Agustus 2025 ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mendeteksi adanya Cesium-137 pada pengiriman udang beku yang diekspor oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) asal Indonesia. Temuan ini memicu kekhawatiran serius dan menyebabkan penarikan produk udang dari sejumlah ritel besar di AS, termasuk Walmart. FDA kemudian mengeluarkan larangan impor untuk produk udang dan cengkeh dari Indonesia yang terindikasi kontaminasi radioaktif.

Investigasi mendalam yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137, melibatkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta TNI-Polri, berhasil mengidentifikasi sumber kontaminasi. Cesium-137 diduga berasal dari pabrik peleburan logam bekas, PT Peter Metal Technology (PMT), yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Paparan radiasi diyakini menyebar melalui udara ke fasilitas pengemasan udang PT BMS Foods yang berjarak kurang dari dua kilometer dari pabrik tersebut. Selain itu, jejak radiasi juga ditemukan pada kontainer pengiriman. Diduga kuat, kontaminasi ini telah ada di area Cikande setidaknya sejak tahun 2021.

Menanggapi krisis ini, pemerintah Indonesia segera membentuk Satgas Penanganan Cesium-137 yang diketuai oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Langkah-langkah cepat dilakukan, termasuk dekontaminasi di 22 fasilitas produksi di Cikande dan pemusnahan 494 karton atau setara 5,7 ton udang terkontaminasi milik PT BMS yang dinyatakan tidak layak edar. Cesium-137 diketahui memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun dan paparan jangka panjang, meskipun dalam dosis rendah, dapat meningkatkan risiko kerusakan DNA dan kanker.

Kabar baiknya, per 3 Desember 2025, Indonesia telah berhasil memulihkan kepercayaan pasar dan kembali mengekspor udang ke Amerika Serikat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menjadi lembaga tunggal yang ditunjuk oleh FDA AS sebagai "Certifying Agency" sejak 31 Oktober 2025, untuk menerbitkan sertifikat bebas Cesium-137. Ekspor perdana udang bersertifikat bebas radioaktif sebesar 182 ton dengan nilai sekitar Rp 25 miliar telah dilepas dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sejak 31 Oktober hingga 2 Desember 2025, KKP telah berhasil mensertifikasi dan mengirimkan 303 kontainer udang dengan total volume 5.218 ton senilai Rp 949 miliar ke pasar AS. Menteri Trenggono optimis bahwa hingga akhir Desember, total ekspor bisa mencapai 605 kontainer, menunjukkan pulihnya aktivitas ekonomi hulu-hilir industri udang nasional dan kepercayaan pasar internasional.