:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
Pada 30 Desember 2025, pasar kripto global mengalami koreksi signifikan, dengan Bitcoin (BTC) dan mayoritas altcoin utama diperdagangkan di zona merah. Bitcoin terkoreksi 0,58 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di sekitar USD 87.146, setelah sehari sebelumnya sempat melesat menembus level psikologis USD 90.117,54. Total kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami penurunan, terkoreksi 0,67% menjadi USD 2,96 triliun.
Pelemahan ini bukan hanya menimpa Bitcoin. Ethereum (ETH) turun 0,42 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 2.933,80. Aset kripto lain seperti Binance Coin (BNB) terkoreksi 0,64 persen ke USD 850,49, XRP melemah 0,70 persen ke USD 1,848, Solana (SOL) anjlok 0,90 persen ke USD 122,94, dan Cardano (ADA) tertekan 3,40 persen ke USD 0,3536. Indeks Fear & Greed, yang mengukur sentimen investor, menunjukkan angka 27, menandakan sikap hati-hati atau "ketakutan" di pasar.
Koreksi ini terjadi di tengah beberapa faktor makroekonomi dan dinamika pasar internal. Salah satu penyebab utama penurunan harga adalah gagalnya Bitcoin mempertahankan level support kunci di atas USD 90.000, setelah sempat menyentuh USD 90.031 pada 29 Desember 2025. Gagalnya penembusan level ini memicu aksi jual (profit-taking) oleh sebagian pelaku pasar. Selain itu, arus keluar dana dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat juga berkontribusi pada tekanan jual. ETF Bitcoin spot mencatatkan total net outflow sebesar USD 782 juta selama periode 22-26 Desember, mengindikasikan kehati-hatian investor institusional. Pada 23 Desember saja, tercatat penarikan dana sebesar USD 284 juta.
Kondisi likuiditas pasar yang tipis menjelang libur akhir tahun juga memperparah volatilitas, di mana pergerakan harga sekecil apa pun dapat memicu fluktuasi yang signifikan. Analisis teknikal menunjukkan bahwa Bitcoin diperdagangkan dalam pola symmetrical triangle yang semakin menyempit, dengan level support kuat di sekitar USD 87.000. Meskipun terjadi koreksi, pola candlestick terbaru menunjukkan adanya minat beli saat harga melemah, bukan kepanikan pasar.
Secara historis, tahun 2025 telah menjadi periode penuh anomali bagi pasar kripto. Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi baru di USD 126.199 pada 6 Oktober 2025. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama, dengan pasar mengalami koreksi tajam di paruh kedua tahun ini. Tekanan likuiditas global yang disebabkan oleh kebijakan moneter Federal Reserve AS, meskipun suku bunga acuan dipangkas secara bertahap, tetap menyedot uang yang beredar dari aset spekulatif. Ini diperparah oleh kebijakan proteksionis pemerintah AS yang memicu kekhawatiran inflasi dari sisi biaya produksi.
Penurunan pasar ini juga memicu likuidasi posisi leveraged di pasar derivatif. Pada Oktober 2025, likuidasi harian mencapai USD 19 miliar, yang terbesar dalam sejarah kripto, dijuluki "Crypto Black Friday". Likuidasi ini diperparah oleh pengumuman Presiden Donald Trump tentang tarif 100% untuk Tiongkok. Analisis menunjukkan bahwa Ethereum juga memimpin likuidasi harian dengan total sekitar USD 45,26 juta pada 29 Desember 2025, menunjukkan tingginya eksposur leverage pada aset tersebut.
Meskipun sentimen saat ini cenderung negatif, beberapa analis melihat koreksi ini sebagai fase konsolidasi yang sehat. Fahmi Almuttaqin, Analis Reku, menilai bahwa meskipun pasar dibayangi ketidakpastian makroekonomi, ada indikator potensi pemulihan menjelang 2026. Proyeksi harga Bitcoin untuk tahun 2026 bervariasi, dengan J.P. Morgan memperkirakan hingga USD 170.000 dan Fundstrat memproyeksikan antara USD 200.000 hingga USD 250.000. Namun, Standard Chartered justru menurunkan estimasinya ke USD 150.000.
Di sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia telah mengambil alih regulasi industri kripto dari Bappebti sejak Januari 2025, dengan tujuan memperkuat perlindungan konsumen dan mengatur perdagangan aset keuangan digital termasuk derivatif kripto. Perombakan pajak kripto di Jepang juga sedang direncanakan untuk tahun 2026, dengan pemangkasan tarif pajak atas keuntungan perdagangan kripto menjadi tarif tunggal 20%.
Volatilitas pasar kripto menjelang akhir tahun dan awal tahun baru seringkali terjadi karena likuiditas perdagangan yang berkurang, yang dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam. Investor institusional saat ini masih memantau kebijakan moneter AS dan data inflasi yang akan datang untuk mendapatkan konfirmasi arah pasar. Analis menyarankan trader untuk berhati-hati dan menunggu konfirmasi breakout teknikal sebelum mengambil keputusan besar.