Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mandiri Capital Percepat Inklusi Keuangan Melalui Pendanaan Startup Fintech Inovatif

2025-12-02 | 09:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T02:54:00Z
Ruang Iklan

Mandiri Capital Percepat Inklusi Keuangan Melalui Pendanaan Startup Fintech Inovatif

PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura milik Mandiri Group, secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia melalui investasi strategis pada perusahaan rintisan teknologi finansial (fintech). Upaya ini sejalan dengan tujuan Mandiri Group untuk memperluas akses layanan keuangan yang lebih inklusif dan mendorong transformasi digital di seluruh pasar Asia Tenggara dan internasional.

Sejak didirikan pada tahun 2015, MCI telah aktif berinvestasi pada berbagai startup fintech. Perusahaan ini bertindak sebagai jembatan antara Mandiri Group dan startup, memupuk inovasi dan inisiatif sinergi. Mandiri Capital fokus pada startup yang selaras dan bersinergi dengan tujuan inovasi Mandiri Group.

Pada November 2020, Mandiri Capital Indonesia telah berinvestasi atau melakukan penyertaan saham senilai Rp 1 triliun kepada 14 startup di bidang teknologi finansial. Investasi ini mencakup berbagai subsektor seperti platform pinjaman online (P2P Lending), pembayaran, dan solusi bisnis. Beberapa startup fintech lending yang telah didanai termasuk Amartha, Crowde, KoinWorks, dan Investree. Untuk platform pembayaran, investasi dilakukan pada LinkAja, Yokke, PTEN, dan DAM. Sementara untuk tekfin solusi bisnis, MCI berinvestasi di Mekari, PrivyID, Cashlez, Gojek, iSeller, dan Halofina.

Pendanaan ini tidak hanya bersifat moneter, melainkan juga bertujuan menciptakan nilai sinergi yang signifikan melalui kemitraan dengan ekosistem Mandiri Group. Misalnya, penyaluran modal melalui loan channeling ke puluhan ribu segmen UMKM, baik di sektor bisnis konvensional hingga pertanian. MCI juga membantu mengembangkan digitalisasi UMKM dari sisi pembayaran maupun dukungan sistem lainnya seperti proses akuntansi dan sumber daya manusia (HR), serta penggunaan tanda tangan digital untuk efisiensi proses bisnis.

Pada Februari 2017, MCI juga memimpin kemitraan pendanaan sebesar Rp27 miliar atau dua juta dolar AS untuk investasi perusahaan rintisan di bidang fintech. Salah satu investasi awal yang signifikan dalam mendukung inklusi keuangan adalah pada Amartha, sebuah platform peer-to-peer lending yang berfokus pada UMKM, khususnya di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan perbankan (unbanked). Model bisnis Amartha dinilai penting karena mampu menyentuh masyarakat yang tidak memiliki akses ke bank, sehingga membantu Mandiri meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

Dalam perkembangan terkini, Mandiri Capital Indonesia terus mendorong inovasi di sektor fintech. Melalui inisiatif Mandiri Innovation Hub yang bertepatan dengan Singapore Fintech Festival 2024, MCI memperkenalkan inovasi digital Bank Mandiri, yaitu Livin' & Kopra, kepada perusahaan-perusahaan mancanegara seperti Visa, JP Morgan, dan AI Rudder. CEO Mandiri Capital Indonesia, Ronald Simorangkir, menyatakan bahwa inisiatif ini menandai momen penting bagi Mandiri Group untuk mendorong revolusi fintech ke depan, menjadikan layanan perbankan lebih mudah diakses dan inklusif bagi semua.

Mandiri Capital Indonesia juga menyelenggarakan program business matchmaking antara startup di bidang Artificial Intelligence (AI), Renewable Energy, Waste Management, Fraud Detection, dan Cross-Border Payment & Remittance dengan berbagai unit kerja bisnis dalam ekosistem Mandiri Group. Program ini bertujuan berbagi wawasan tentang teknologi terbaru yang dapat mendorong transformasi digital sektor keuangan di Indonesia.

Di tahun 2022, MCI melanjutkan komitmennya dengan menargetkan pendanaan ke lebih banyak startup dengan dana investasi yang lebih besar, serta berkontribusi meningkatkan nilai sinergi. Fokus pendanaan baru ini menyasar growth stage companies terutama startup di sektor fintech dan fintech enabler. Hingga akhir tahun 2021, MCI telah melakukan pendanaan pada tujuh startup.

Bank Mandiri sebagai induk perusahaan juga secara langsung terus memperluas ekosistem digitalnya melalui pendekatan komunitas untuk mendukung pertumbuhan inklusi keuangan. Pemanfaatan 89.472 Mandiri Agen yang tersebar di seluruh Indonesia memungkinkan masyarakat di daerah terpencil untuk mengakses layanan keuangan seperti pembukaan rekening, pembayaran tagihan, hingga transfer dana secara digital tanpa harus ke kantor cabang.

Meskipun menghadapi tantangan seperti tech winter yang menyebabkan penurunan minat investasi pada startup teknologi, Mandiri Capital Indonesia tetap berkomitmen untuk membiayai startup Tanah Air, namun dengan pendekatan yang lebih selektif. MCI berfokus pada bisnis yang memiliki peluang nyata untuk berkembang menjadi besar dan menghasilkan profitabilitas, serta memiliki sinergi yang kuat dengan Mandiri Group.